Waspada Ranjau Paku, Sekali Injak Tiga Lobang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Waspada Ranjau Paku, Sekali Injak Tiga Lobang

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Malam itu ruas jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat terasa begitu padat. Antrean kendaraan untuk bisa melaju begitu sesak. Sepeda motor berusaha mencari celah ruang untuk bisa memaju laju kendaraannya. Sedangkan pengemudi mobil terpaksa memilih mengikuti arus sejauh mana lalu lintas dapat dilewati.

Di Jakarta kemacetan sudah tidak lagi melihat waktu. Tak mesti terjadi di siang hari. Malam hari pun demikian. Buktinya ketika malam itu jarum jam sudah menunjukkan pukul 20.20 WIB. Tapi jalanan Ibu kota masih saja terasa sesak.

Tersendatnya jalur lalu lintas itu sangat terasa menjelang jembatan Semanggi dari arah Slipi. Tak sedikit juga pengendara sepeda motor memilih menepi. Baik untuk sekadar mengisi bahan bakar minyak (BBM) secara eceran maupun menambal ban. Ada juga yang berhenti karena kelelahan akibat dari jalan yang padat merayap.

Terasanya arus lalu lintas agak lancar yakni setelah dari arah Plaza Semanggi menuju Kuningan. Di balik arus jalan yang lancar, tiba-tiba Solihin menepikan sepeda motornya. Turun sejak, dia melihat ke arah roda. Diputar dan ditekannya roda belakang sepeda matic tersebut. “Sepertinya kurang angin. Padahal tadi tidak begini rasanya,” ujar warga Kalimalang, Jakarta Timur itu kepada JawaPos.com.

Dengan wajah khawatir, Solihin berusaha mencari tahu keberadaan tempat pengisian angin terdekat. Terutama angin jenis nitrogen. Beruntung tempatnya berhenti tidak terlalu jauh dengan sebuah SPBU yang menyediakan layanan pengisian angin nitrogen, yakni di Jalan Gatot Subroto menuju perempatan Kuningan.

Kala sampai di tempat pengisian angin, ban motor milik karyawan swasta itu tidak bisa diisi angin. Mesti ditambal. “Ini kena paku pak,” ungkap petugas pengisi angin kepada Solihin.

Tak berpikir lama, ayah dua anak ini menyuruh petugas tambal tubeless itu untuk memeriksa berapa banyak bannya terkena paku. Beruntung hanya satu.

Tak beberapa lama, datang pula seorang pengendara sepeda motor lainnya yang memiliki keluhan yang sama dengan Solihin. Darsono namanya. Nasib pengendara sepeda motor jenis bebek ini lebih parah lagi. Dia mengalami tiga bocoran atau tiga lobang akibat ranjau paku. Nasib yang dirasakan juga di ruas jalan serupa. “Jalanannya begitu parah. Masa kena tiga paku. Ngga bener nih jalan Jakarta,” ungkap Darsono menggerutu.

Keberadaan ranjau paku di Jakarta bukanlah hal yang baru. Kondisi ini seperti sudah menjadi hal yang klasik. Apalagi di ruas jalan yang padat pengendaranya. Bahkan tak sedikit di sepanjang jalan yang macet. Baik pagi atau malam, jasa tambal ban selalu ada di pinggir jalan.

Kondisi banyaknya ranjau paku ini juga diakuai oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto. Dikatakannya, jalan raya memang menjadi sasaran empuk bagi pelaku ranjau paku. Bahkan ranjau paku tidak pernah habisnya.

Disebutkan Budiyanto, sejumlah jalanan utama di DKI masih banyak terdapat ranjau paku, yakni di ruas Jalan Daan Mogot, Jalan S Parman, Slipi ke Tomang, Tubagus Angke, Permaha Hijau, Terowongan Casablanca, TB Simatupang.

Selain itu juga terdapat di Jalan Raya Bogor, Jalan Hasyim Asari, Cilincing  dan banyak lagi. “Di ruas jalan ini seperti pengendara harus berhati-hati. Tak jarang para relawan pembersih paku mendapatkan paku tersebar di tengah jalan,” ungkap Budiyanto di Jakarta, Rabu (1/2).

Diakuinya memberantas ranjau paku tidak dapat secepat dari pelakunya. Hal itu akibat keterbatasan personel. Kendati demikian, kendala itu terbantu dengan keberadaan sejumlah komunitas pembersih ranjau paku. “Kami sangat apresisasi rekan-rekan dari komunitas yang selama ini menunjukkan kepeduliannya,” sambung dia.

Sebab, tanpa kehadiran relawan pembersih ranjau paku itu, maka  ranjau paku akan semakin bertebaran di jalanan Jakarta.  “Kita terus lakukan komunikasi. Baik itu Dishub atau ada pihak lainnya. Karena kalau hanya dari polisi memang susah menghilangkan ranjau ini,” pungkas perwira menengah dua melati itu. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top