BANJIR BESAR! Kambing, Sapi dan Ternak Lain ikut Hanyut – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

BANJIR BESAR! Kambing, Sapi dan Ternak Lain ikut Hanyut

satpol pp ikut terlibat melakukan evakuasi

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak subuh hari kemarin (1/2), menimbulkan genangan air alias banjir. Banjir kali ini akibat luapan dari parit atau sungai kecil yang ada di wilayah tersebut, hingga mengakibatkan 10 rumah warga kemasukan air hingga ukuran betis orang dewasa.

Banjir diketahui terjadi sejak pukul 05.30 Wita. Selain menggenangi dasar rumah warga, arus yang cukup deras ini juga membawa empat ekor kerbau, serta enam ekor sapi dan dua ekor anjing. Akibat kejadian tersebut, kerugian diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.

Ketua RT 16 Karang Harapan, Muhammad Saleh mengatakan, sehari sebelum kejadian banjir ini, sudah ada peninjauan lapangan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), yang diperintahkan langsung oleh wali kota, untuk dilakukan pembangunan drainase yang representatif. “Banjirnya terjadi pas orang belum bangun, jadi pas ditahu kalau itu banjir, kami langsung keluar rumah,” katanya.

Saleh menjelaskan, pihaknya sempat berencana melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya tergenang air. Selanjutnya, Saleh akan mengajak warga untuk melakukan kerja bakti bersama membersihkan saluran-saluran air. Karena terdapat pohon yang tumbang yang turut menyumbat saluran air.

Sementara itu, Lurah Karang Harapan Jhon Hendrik Pawarangan mengatakan, informasi banjir ini diterima pihaknya sejak pagi-pagi sekali. Setelah pihaknya mengetahui hal tersebut, dirinya langsung bergerak menuju lokasi banjir. “Dalam perencanaan pemerintah, sungai ini akan dilebarkan. Menurut instruksi dari pak wali kota, sudah ditijau dari DPUTR untuk perlebaran sungai ini, namun masih dalam proses perencanaan,” tuturnya.

Dijelaskan Jhon, banjir terjadi akibat luapan sungai dari embung yang berada di Persemaian. Karena hujan yang sangat deras, sehingga embung tidak mampu menampung air lagi, dan akhirnya mengeluarkan luapan dan diteruskan ke sungai-sungai kecil, sehingga terjadilah banjir ini.

Saat banjir kemarin, pemerintah kelurahan langsung mengevakuasi warga ke masjid terdekat. Setelah surut, korban baru dapat dibebaskan kembali ke rumahnya masing-masing.

Jhon pun menegaskan kepada warganya, bahwa ketika musim hujan, hendaknya masyarakat berhati-hati. “Dalam kondisi seperti ini, banjir bisa datang tiba-tiba. Hal ini kiranya dapat diperhatikan oleh masyarakat, di antaranya membersihkan sampah-sampah yang menghambat saluran air,” ungkapnya.

Camat Tarakan Barat, Sofyan mengatakan, secara umum wilayah Kecamatan Barat sangat rentan mengalami banjir ataupun longsor. “Jika dilihat pada situasi yang ada, lokasi RT 16 di Karang Harapan memang sering terjadi banjir. Hal ini karena permasalahannya terletak pada aliran sungai ini,” katanya, yang juga mengunjungi lokasi tersebut kemarin.

Pihaknya pun akan segera melakukan tindakan, dengan melaporkan hal ini kepada instansi yang terkait, untuk meminta agar secepatnya dilakukan pembangunan drainase yang panjangnya mencapai sekira lima kilometer, yang menuju langsung ke arah laut. “Memang pembangunan drainase yang panjang ini akan menyita rumah dan tanah warga, tetapi kami akan melakukan pendekatan lebih dulu kepada warga,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian di Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kota Tarakan, Irwan mengatakan, saat timnya tiba di lokasi sekitar pukul 08.05 Wita, ketinggian air di pemukiman warga masih setinggi paha orang dewasa. “Kami mendapat laporan dari Camat Tarakan Barat, dan menyatakan bahwa korban banjir tidak mau dievakuasi. Setibanya kami di tempat ini, kami melakukan negosiasi kepada masyarakat dan akhirnya masyarakat mau untuk dievakuasi,” jelasnya. (*/yed/ash)

To Top