Habib Rizieq Ngaku Pernah Bertemu Rachmawati, Tapi… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Habib Rizieq Ngaku Pernah Bertemu Rachmawati, Tapi…

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penyidikan kasus dugaan makar dengan tersangka Rachmawati Soekarnoputri dan Sri Bintang Pamungkas berlanjut. Polda Metro Jaya kemarin (1/2) mengagendakan pemeriksaan tiga saksi. Mereka adalah M. Rizieq Shihab (imam besar FPI), Munarman (juru bicara FPI), dan Bachtiar Nasir (ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia/GNPF-MUI).

Berdasar pantauan Jawa Pos, yang pertama datang adalah Bachtiar Nasir. Dia tiba di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pukul 10.03. Bachtiar didampingi seorang kuasa hukum, yakni Kapitra Ampera. Selanjutnya, 40 menit kemudian, Munarman menyusul hadir. Tepatnya pada pukul 10.43. Tidak lama setelah Munarman, sepuluh menit kemudian hadir Rizieq Shihab.

Saat ditanya terkait makar, Bachtiar dan Rizieq kompak mengakui tidak pernah terlibat dalam hal itu. Bachtiar menyatakan, dirinya adalah seorang ulama. Bukan seorang politikus. Ulama, menurut dia, tidak mengurusi politik. “Saya nggak pernah ikutan makar. Saya ulama. Tugas saya adalah berdakwah,” jelasnya.

Rizieq lantas mengatakan hal yang sama. Dia menyatakan tidak pernah ikut terlibat dalam upaya makar. “Saya memang kenal dengan Ibu Rachmawati dan pernah bertemu. Tapi, pertemuan kami tidak pernah berbicara masalah makar,” tegas dia.

Penyidikan berlangsung hingga enam jam. Tepatnya dari pukul 11.00 sampai 17.00. Rizieq dan Bachtiar keluar terlebih dulu dari ruang penyidikan. Keduanya keluar sekitar pukul 17.30. Sepuluh menit kemudian Munarman menyusul. Lagi-lagi, Munarman menunjukkan sikap irit bicara. Dia langsung pergi meninggalkan kerumunan wartawan. Bukan hanya Munarman yang irit bicara. Rizieq juga. “Saya mau ketemu umat dulu. Mereka (massa FPI, Red) sudah menunggu saya selama tujuh jam,” ucap Rizieq, lantas pergi.

Sementara itu, Bachtiar memberikan keterangan pers kepada wartawan. Dia mengakui dicecar 27 pertanyaan oleh penyidik. Jumlah pertanyaan itu, klaim dia, juga didapat Rizieq dan Munarman. “Kami dicecar 27 pertanyaan. Antara saya, Pak Habib Rizieq, dan Haji Munarman, cercaan pertanyaannya sama,” ungkap Bachtiar. Dia melanjutkan, tidak ada sikap kepolisian yang terkesan mengintimidasi dirinya. “Semua berjalan lancar,” ucapnya.

Semua pertanyaan, terang Bachtiar, berkaitan dengan kehadiran dirinya di perayaan haul Soekarno di Universitas Bung Karno pada Oktober 2016. Pada dasarnya, kata Bachtiar, pihaknya mengenal baik Rachmawati. “Saya juga kenal Sri Bintang Pamungkas, termasuk Ibu Rachmawati. Tapi, beberapa orang lainnya yang menjadi tersangka saya tidak kenal. Tadi sempat disodorkan beberapa foto,” bebernya.

Kemudian, saat disinggung mengenai adanya upaya penunggangan massa GNPF-MUI untuk makar seperti yang disangkakan kepolisian, Bachtiar menyangkal. Dia menegaskan bahwa massa GNPF-MUI tidak pernah terlibat makar. “GNPF-MUI murni untuk mengawal fatwa,” tandasnya.

Kepolisian telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka dalam dugaan kasus makar. Selain Rachmawati dan Sri Bintang, tersangka lain adalah Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, dan Hatta Taliwang. Delapan orang itu dikenai pasal 107 juncto pasal 110 juncto pasal 87 KUHP.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono mengatakan bahwa kehadiran tiga saksi tersebut merupakan upaya penyidik untuk menemukan fakta dalam kasus dugaan makar. Saat ditanya adakah saksi lain yang bakal didatang­kan, Argo mengaku belum mengetahui secara pasti. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top