Komisi III: Ulama Masih Diperlakukan Lebih Baik Oleh Penjajah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Komisi III: Ulama Masih Diperlakukan Lebih Baik Oleh Penjajah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ulah Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama terhadap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin membuat banyak orang geram dan angkat bicara.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR RI, Raden Muhammad Syafeii mengatakan cara-cara intimidatif yang dilakukan penguasa saat ini terhadap rakyat dan para ulama lebih buruk daripada yang dilakukan oleh penjajah sekalipun. Paling tidak penjajah tidak membabi buta menghabisi semua orang yang dianggap berlawanan dengan pihaknya.

“Kondisi sekarang jauh lebih buruk dari penjajah kompeni sekalipun. Kalau pun dulu ada ulama yang ditangkap dan dibuang, ulama-ulama itu memang melawan penjajahan. Tapi ulama sekarang sama sekali tidak melawan kekuasaan, mereka justru mendorong agar kekuasaan bisa menegakan hukum dengan benar dan tidak pandang bulu, eh malah mau dipenjarakan dan dipidanakan,” ujar Syafeii di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (2/2).

Menurutnya, pemerintah saat ini seharusnya justru berterima kasih kepada para ulama dan bukan malah mengeluarkan tuduhan berbagai macam seperti makar, penghinaan pada Pancasila dan sebagainya.

”Harusnya berterima kasih dong karena ulang mengingatkan pemerintah akan bahaya perpecahan, bahaya buat kebhinekaan, bahaya buat penegakan hukum, bahaya buat NKRI dan persatuan bangsa dan lain-lain. Ini kok malah menganggap ulama dan rakyat yang protes sebagai musuh,” tegasnya.

Oleh karena itu  pria yang kerap disapa Romo ini pun mengingatkan kepada pemerintah untuk waspada pada pihak-pihak yang ada disekeliling pemerintahan itu sendiri. Pasalnya, jelas sekali aksi-aksi yang dilakukan orang-orang di lingkaran kekuasaan justru seperti didesain untuk memecah belah bangsa dan seperti disesain agar masyarakat terpancing emosinya sehingga muncul konflik horizontal.

“Mereka yang mendesain ini memang seperti memancing emosi rakyat dengan berbagai langkah yang keji terhadap rakyat dan para ulama sehingga akan muncul chaos. Desain ini nantinya yang akan memetik keuntungan akan suasana chaos,” imbuhnya.

”Mengadu domba para ulama, mengadu domba ulama dengan rakyat, mengadu domba rakyat dengan rakyat. Yang disasar seperti tercatat dalam sejarah memang selalu umat Islam karena umat Islam adalah bagian rakyat yang terbesar.Makanya kita jangan pernah terpancing makanya ulama mengingatkan kita untuk tetap tenang karena kalau tidak mereka akan berhasil,” sambungnya. (Fajar)

Click to comment
To Top