Air Bah Menyerbu saat Warga Tertidur Lelap – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Air Bah Menyerbu saat Warga Tertidur Lelap

FAJAR.CO.ID, GRESIK – Warga Gresik Selatan sedang tidur nyenyak ketika air bah menerjang desa Kamis (2/2). Ribuan rumah di 19 desa dalam tiga kecamatan diserbu air bah. Kali Lamong mengamuk.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik menyebutkan, 2.145 rumah terendam banjir hingga sore kemarin. Kali Lamong yang merupakan anak sungai Bengawan Solo itu menggenangi tiga kecamatan. Yakni, Balongpanggang, Benjeng, dan Cerme.

Awalnya, air bah menggenangi desa-desa di Kecamatan Balongpanggang pukul 00.30. Yang terparah adalah Desa Pucung. Jalan poros antardesa putus total. Air mengalir deras dengan tinggi 1 meter. Hal itu berbahaya. Pemerintah desa setempat memutuskan untuk menutup akses tersebut. ’’Kalau lewat di situ, bisa hanyut,” kata Kepala Desa Pucung Choirul Anam kemarin.

Menjelang subuh, debit air semakin tinggi dan menutup total jalan desa. Sekitar 200 rumah warga desa itu terendam banjir. Jarak Desa Pucung ke muara Kali Lamong mencapai 600 meter. ’’Jadi, kami sekarang terisolasi oleh banjir,” tuturnya.

Desa-desa di sisi bantaran Kali Lamong wilayah Balongpanggang juga kewalahan. ”Di Balongpanggang, tujuh desa kebanjiran,” jelas Camat Balongpanggang Purbo (selengkapnya lihat grafis).

Kondisi parah juga menimpa Jalan Raya Benjeng. Tepatnya di depan kantor PLN. Hingga pukul 16.00 kemarin, air mengalir deras di jalan raya. Banyak pengendara motor yang celaka. Beberapa terkilir dan jatuh karena tidak bisa menahan derasnya arus air. Sebagian harus bersusah-payah menuntun kendaraan lantaran mesin motor mati.

Namun, warga setempat beramai-ramai menolong pengendara itu. Sebagian pengendara berputar balik. Baik yang menuju Lamongan maupun ke arah Gresik. Hingga petang kemarin, debit air semakin tinggi dan deras.

Jika air tidak surut, warga berencana menutup total jalan untuk kendaraan. ’’Kami lihat sampai petang (kemarin, Red). Kalau air terus naik, jalan harus ditutup,” imbuh Camat Benjeng Nuryadi.

Banjir juga menerjang Kecamatan Cerme. Hingga sore kemarin, air merendam jalan raya. Jalan Raya Morowudi terendam hingga 500 meter.

Kepala BPBD Gresik Abu Hasan menjelaskan, debit Kali Lamong meningkat drastis lantaran tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut diperparah dengan banjir kiriman dari wilayah hulu Mojokerto.

Banjir wilayah Gresik Selatan sangat bergantung pada kondisi wilayah Mojokerto. ’’Kalau bagian hulu tidak hujan, air akan cepat surut. Sebaliknya, kalau hujan di Mojokerto tinggi, air makin tinggi,” paparnya. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top