BUJUBUNENG.. Lima Bocah Nekat Teler di Jam Sekolah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

BUJUBUNENG.. Lima Bocah Nekat Teler di Jam Sekolah

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, BANJARBARU – Masyarakat Banjarbaru kembali tersentak. Lima anak dibawah umur yang nongkrong di Jalan Oksigen I Kelurahan Mentaos digebrak polisi dan warga setempat. Mereka dalam kondisi setengah teler, asik ngelem dan nenggak minuman keras.

Ceritanya, Selasa (31/1) pagi, Ketua RT menelpon Bhabinkamtimbas setempat. Melaporkan anak-anak yang sedang berkerumun dan berperilaku mencurigakan di lingkungannya.

Warga, Ketua RT, lurah dan Kapolsek Banjarbaru Kota Kompol Madyo Purnowo pun segera mendatangi tempat tersebut. Menangkap basah empat anak lelaki, yakni Mh, Mn, MM, dan Dd dan satu anak perempuan yang sedang teler. Parahnya semua mereka berstatus pelajar, masih usia SMP sederajat.

Mereka lalu dibawa ke Polsek Banjarbaru Kota untuk diberi pembinaan. Ikut disita satu botol minuman beralkohol, empat kaleng lem, dan 14 butir obat jenis Natrium Diklofenak.

Tangkapan ini pun beredar di media sosial seperti Facebook dan menyulut komentar Netizen. Sebut saja Dwi Masmuda, yang merasa kejadian ini mencoreng citra Banjarbaru sebagai kota idaman. “Apa kata dunia, berpesta sampai mabuk di jam belajar sekolah. Kemana orang tuanya? Apa tindakan pemko?” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Banjarbaru Muhammad Bahrin memuji Ketua RT dan kelurahan yang peka terhadap masalah sosial di lingkungannya. “Mantap, ini harus ditiru oleh kelurahan-kelurahan yang lain,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan fenomena anak ngelem di kota ini sudah jauh berkurang. Ia menilai ada efek jera dari sekian tangkapan, baik hasil kerja Polsek ataupun Satpol PP. “Apalagi anak punk, jauh berkurang dibanding yang dulu,” imbuhnya.

Ditanya komitmen pemko, ia mengklaim Satpol PP sudah rajin menggelar patroli. “Contoh razia ke taman-taman pada malam hari. Karena gelap jadi rawan,” sebutnya.

Soal anak ngelem sudah diatur dalam Perda No 7 Tahun 2014. Dalam salah satu pasal, disebutkan larangan menghisap sesuatu yang bisa memabukkan dan menyebabkan kecanduan. “Lem tidak terkategori narkotika, dia perabot rumah tangga. Jadi kami kenai pasal itu,” pungkasnya. (fud/ij/bin)

Click to comment
To Top