Honorer Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Kebun Sawit – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Honorer Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Kebun Sawit

FAJAR.CO.ID, SANGGAU – Penemuan mayat laki-laki tanpa kepala di kebun karet, menggegerkan warga Dusun Sebuduh, Desa Sebuduh, Kembayan, Sanggau, Kalbar, Rabu (1/2) pukul 20.00. Mayat tanpa kepala tersebut diduga korban pembunuhan.

Penemuan mayat dengan kondisi mengenaskan ini menambah rentetan kasus pembunuhan di Kalbar. Sebelumnya juga ditemukan mayat di kebun karet wilayah hukum Polres Sekadau. Hingga saat ini pelakunya belum terungkap. Kemudian mayat yang dikubur di lumpur, juga di kebun karet, korban pembunuhan di wilayah hukum Polres Melawi. Pelakunya sudah diringkus polisi.

Kapolres Sanggau, AKBP Donny Charles Go mengatakan, jajarannya menerima informasi dari warga atas penemuan mayat tanpa kepala. Jajaran Polsek Kembayan langsung melakukan pengecekan, bersama-sama warga menuju tempat kejadian perkara (TKP).

“Setelah dicrosscheck, ternyata benar ada sesosok mayat laki-laki dengan posisi telentang tanpa kepala. Diduga korban pembunuhan,” kata Charles Go, Kamis (2/2).

Setelah diselidiki, korban bernama Tumidi Yono, 35. Dia bekerja sebagau tenaga honorer Petugas Kebersihan SMA 01 Kembayan, Dusun Sebuduh Luar, Desa Sebuduh, Kembayan, Sanggau.

Informasi yang diperoleh dari istri kroban, Astin, sekitar pukul 14.30, suaminya pulang bekerja dari SMA 01 Kembayan. Sekitar pukul 15.00, dia pergi ke kebun menoreh karet.

Namun hingga pukul 18.00, Tumidi tak pulang-pulang. Cemas, pihak keluarga mencoba menghubungi via selular. Namun handphone korban tidak aktif. Astin semakin cemas, delapan orang keluarganya menyusul ke kebun dan menemukan jasadnya tertelungkup tanpa kepala.

“Korban berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor berikut perlengkapan menoreh karet. Selama ini dia tidak memiliki musuh atau bermasalah dengan orang lain,” ungkap Charles Go.

Di TKP, polisi dan warga menemukan sepeda motor Tumidi masih menyala. Kemudian terdapat sebilah parang yang diletakkan di samping kendaraannya itu.

Mayatnya diidentifikasi oleh tim identifikasi Polres Sanggau. Kemudian dibawa ke Puskesmas Kembayan guna pemeriksaan medis. Sedangkan beberapa anggota polisi, pihak keluarga dan warga masih berada di kebun karet, mencari kepala Tumidi.

“Saksi yang pertama kali mengetahui dan mendapati jenazah korban adalah Suandi, 33, warga Dusun Sebuduh, Desa Sebuduh, Kembayan,” ujar Charles Go.

Karena kepala Tumidi belum ditemukan, Kapolres Charles Go menerjunkan delapan petugas dari Polres Sanggau, membantu jajaran Polsek Kembayan untuk mencari kepala Tumidi. Selain itu, mendalami kasus pembunuhan ini untuk mengetahui motifnya.

“Keterangan istri korban masih perlu kita dalami lagi. Begitu juga para tetangga dan masyarakat di sana, juga kita dalami untuk menyinkronkan informasi yang kita peroleh,” tegas Kapolres.

Charles Go memastikan ini murni pidana. Tumidi ditemukan tewas dengan cara yang tidak wajar. “Matinya tidak wajar dan sepertinya ini dilakukan oleh orang lain,” bebernya.

Masyarakat pun diminta bersabar. Kepolisian terus berupaya mengungkapkan kasus ini. “Kami sangat serius untuk secepatnya mengungkap kasus ini. Anggota dari Polres juga sudah ke sana, membantu mengumpulkan informasi yang sekiranya berkaitan dengan kasus ini. Saya mohon dukungan masyarakat, jika ada informasi sampaikan kepada kami,” harapnya.

Tokoh masyarakat Desa Sebuduh, Yohanes Anes membenarkan kejadian tersebut. “Jadi kemarin korban noreh di kebun karet pukul 15.00. Karena tidak pulang-pulang sampai malam hari, lalu istrinya mencari korban dan ditemukan dalam keadaan meninggal, ” katanya, Kamis (2/2).

Anes menambahkan, kondisi Tumidi sangat memprihatinkan. Saat ditemukan, korban tanpa kepala. “Di badan korban juga penuh dengan luka-luka, kakinya juga patah, dugaan kita sepertinya sempat ada perkelahian,” ujar Wakil Ketua DPP PDKS itu.

Hingga berita ini diturunkan, kepala Tumidi masih belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian. “Dari pihak kepolisian dan warga juga ikut mencari kepala korban yang masih hilang, ” jelas Anes.

Apakah korban sempat mengalami masalah dengan orang lain? Anes belum memastikannya. “Kalau itu tidak tahu, karena saya tinggal di Sebuduh Dalam. Kejadian ini di Sebuduh Luar. Tumidi ini nikah dengan sepupu saya orang Sebuduh,” jelasnya. (Fajar/JPG)

To Top