KEREN! Para Napi Bisa Panen Ikan Lelel Sehari 300 Kg – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

KEREN! Para Napi Bisa Panen Ikan Lelel Sehari 300 Kg

Prayogo dan warga binaan, Afit Sulistiwan, meninjau kebun di rutan. (Fajrin Marhaendra Bakti/Jawa Pos/JawaPos.com)

Penghuni rumah tahanan negara (rutan) tidak selalu identik dengan pesakitan. Para narapidana itu juga bisa melakukan kegiatan yang menghasilkan fulus.

FAJRIN MARHAENDRA BAKTI

SUASANA Rutan Kelas I Surabaya tampak seperti biasanya. Pagi itu rutan di Desa Medaeng, Sidoarjo, tersebut penuh sesak. Tahanan dan pembesuk memadati ruang kunjungan. Beberapa orang sedang bercengkerama di lorong-lorong.

Maklum, dari kapasitas ideal yang hanya 500 tahanan, penghuni Rutan Medaeng saat ini lebih dari 2.400 orang. Kondisi itu membuat penghuni membeludak di luar blok.

Kegiatan-kegiatan yang sifatnya pelatihan sudah berjalan. Misalnya, pembuatan roti, laundry, hingga salon. Yang relatif baru adalah kegiatan di bidang pertanian dan perikanan. Khusus dua kegiatan itu, ada budi daya lele dengan sistem bioflok dan budi daya sayuran hidroponik. ”Untuk kegiatan ini, kami memang masih mencoba,” ujar Prayogo Mubarak, Kasubsi Bimbingan Kegiatan Rutan Kelas I Surabaya.

Kegiatan budi daya itu dipusatkan dalam satu kompleks di bagian belakang rutan. Dulu tempat di ujung timur rutan tersebut adalah tempat sampah. Tiap hari berton-ton sampah dibuang dan dibakar di pekarangan berukuran sekitar 10 x 30 meter itu. ”Sampahnya sampai tidak bisa terurai, kondisinya sangat kumuh,” lanjut Prayogo.

Pada September 2016, dia diminta Karutan Medaeng saat itu, Jumadi, untuk membenahi sistem pengolahan sampah. Pembenahan pun dilakukan. Sampah yang sudah menggumpal dikeruk dan dibuang. ”Saat itu kami menggandeng DKP Sidoarjo dan warga binaan untuk bersih-bersih,” kenangnya. Setelah bersih, sistem pengolahan sampah diubah. Sampah tidak lagi ditimbun dan dibakar. Setiap hari petugas dari DKP Sidoarjo datang dan mengangkut sampah. Itu membuat tempat sampah tidak memerlukan banyak tempat. ”Dengan sistem pengolahan sampah yang baru, kami hanya memerlukan sepertiga lahan,” imbuh Prayogo.

Sisa tanah digunakan untuk kegiatan yang lebih produktif, yakni budi daya ikan dan sayur. Pembangunannya dikerjakan warga binaan rutan sendiri. Mulai pengurukan, pembuatan media budi daya, hingga pendirian bangunan. ”Semuanya kami yang mengerjakan. Jadi, maklum kalau agak berlepotan,” ujar Prayogo.

Karena dana terbatas, mereka pun awalnya belajar secara otodidak. Memanfaatkan internet dan buku tentang budi daya. Namun, di tengah perjalanan, ada seorang ahli perikanan dari Universitas Brawijaya. ”Beliau mengajari kami mulai pengondisian air, pencampuran probiotik, hingga proses budi daya,” ungkapnya. Setelah dilatih, mereka mulai bekerja sendiri. Namun, usaha pertama mereka gagal. Lele dan sayur itu malah mati. Penyebabnya, beberapa hal teknis tidak dikerjakan sesuai standar. Meski demikian, mereka tidak kapok. ”Kami mulai lagi dari awal, lebih cermat,” tuturnya.

Usaha mereka tidak sia-sia. Lele dan sayur sawi serta kangkung berhasil dipanen. Dalam sekali panen, sayur biasa dinikmati sendiri. Dimasak sendiri oleh warga binaan. Sedangkan untuk lele, hasilnya mencapai 200 kg–300 kg sekali panen. Mereka bekerja sama dengan pihak ketiga, yaitu koperasi di rutan. Lele dijual dan hasilnya dimanfaatkan untuk memutar roda kegiatan mereka.

Selain itu, sebagian keuntungan disimpan untuk premi. Nilainya 30 persen dari keuntungan. Setiap narapidana yang terlibat mendapat bagian. ”Preminya ditabung dulu, baru diberikan ketika bebas,” terangnya. Selain itu, 10 persen keuntungan disetorkan ke kas negara. Menjadi pendapatan negara bukan pajak.

Sekarang mereka berani mencoba hal baru. Tanaman yang dibudidayakan tak hanya sawi dan kangkung. Melainkan merambah tomat dan cabai. ”Sekarang harga cabai kan mahal, haha,” selorohnya.

Menurut Prayogo, cara itu bertujuan memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan. Terutama kegiatan yang praktis dan singkat. Sebab, rata-rata penghuni rutan memiliki masa hukuman singkat. ”Kami berharap mereka bisa mengaplikasikannya ketika bebas nanti,” ujarnya. (*/c10/oni/sep/JPG)

Click to comment
To Top