Terus Genjot Pariwisata ke Pulau Bawean – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Budaya & Pariwisata

Terus Genjot Pariwisata ke Pulau Bawean

FAJAR.CO.ID, GRESIK – Wisata alam di Gresik ternyata memikat para wisatawan. Bahkan meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Giri. Berdasar data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gresik, pada 2015 angka kunjungan wisata mencapai 2.065.596 orang. Setahun berikutnya jumlahnya naik menjadi 2.927.785 orang.

Kepala Disbudpar Mighfar Syukur menyatakan, kebanyakan wisatawan memang melakukan wisata religi. ’’Sekitar 60 persen masih wisata religi. Sisanya wisata alam,’’ ujarnya. Namun, yang menggembirakan, jumlah wisatawan yang datang ke wisata alam meningkat drastis. Terutama yang berkunjung ke Pulau Bawean. ’’Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bawean naik 60 persen juga,’’ lanjutnya.

Karena itu, tambah Mighfar, pihaknya akan terus menggenjot jumlah turis yang berkunjung ke wisata alam. Disbudpar mengandalkan tiga destinasi wisata alam. ’’Pulau Bawean, Pantai Delegan, dan Bukit Surowiti di Panceng,’’ jelasnya.

Rencana tersebut bukan tanpa alasan. Pertumbuhan wisatawan memang lekat dengan pesona Pulau Bawean. Magnet Pulau Putri semakin tinggi. Bukan hanya wisatawan lokal, tetapi juga turis mancanegara.

Salah satu destinasi yang tahun lalu menyedot wisatawan adalah Pulau Gili Noko. Objek wisata di Kecamatan Sangkapura itu dikunjungi 8 ribu orang selama 2016. Gili Noko menjadi jujukan pencinta pantai dan diving. ’’Pengembangan Bawean memang tak gampang. Kami bakal terus mendekati investor,’’ kata Mighfar. Disbudpar tidak hanya fokus pada pengembangan infrastruktur. Pemkab bakal menggiatkan promosi. Salah satunya kampanye melalui cak dan yuk.

Mighfar menuturkan, prospek bisnis di Bawean masih cukup potensial. Jumlah penginapan dinilai masih kurang. Disbudpar juga bakal mendorong penambahan angkutan wisata dari Bawean ke Gili Noko atau pulau kecil lainnya. Sebab. banyak pulau kecil yang cukup indah dan potensial untuk dikunjungi. Gara-gara sulitnya akses, pengunjung pun enggan mendatanginya.

Misalnya, Pulau Gili Barat. Pesona pulau yang dihuni 27 kepala keluarga (KK) tersebut tidak kalah jika dibandingkan dengan daratan lainnya. Pantainya sering kali menjadi jujukan wisatawan. Banyak warga yang melihat wisatawan mandi dan bermalam di tepi pantai.

Namun, perjalanan ke Pulau Gili Barat tidak gampang. Untuk menjelajahinya, wisatawan harus melewati jalan selebar 1,5 meter. Jalan sepanjang 800 meter itu menjadi akses penyeberangan antarpulau. Keberadaan akses telah membelah laut menjadi dua bagian. ’’Jalan itu dibangun sekitar 10 tahun lalu. Pembangunannya lebih karena kepepet,’’ tutur Ketua RT 1 Dusun Gili Barat Wasian.

Menurut dia, pembangunan akses tersebut sengaja diprioritaskan untuk anak-anak sekolah. Sebab, Dusun Gili Barat belum memiliki tempat pendidikan. Setiap hari bocah yang tinggal di pulau itu harus menyeberang lautan untuk ke sekolah. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top