Untuk Obati Anak, Ibu Ini Terpaksa Jual Sabu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Untuk Obati Anak, Ibu Ini Terpaksa Jual Sabu

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, PANGKALAN BUN-Keringanan hukuman dengan menjadi tahanan kota rupanya belum cukup untuk membuat Siti Aminah (38) bertobat dan keluar dari jaringan narkotika. Di tengah kondisi putranya yang menderita penyakit jantung koroner, wanita ini justru kembali tertangkap menjadi pengedar.

Penangkapan kedua yang dilakukan Satreskoba Polres Kobar terhadap Siti terjadi pada Minggu (29/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Di dalam baraknya, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Madurejo, ditemukan 31 paket sabu dan 10 butir ineks.

Tertangkap tangan jelas saja membuat Siti tak berkutik. Sambil menggendong anaknya yang sedang sakit, pelaku digelandang ke mapolres guna menjalani pemeriksaan.

Kapolres Kobar, AKBP Pria Premos melalui Kasat Narkoba, Iptu Kariatmono mengatakan, selain mendapati sabu dan pil ineks, juga ditemukan barang bukti lain. Diantaranya alat hisap sabu (bong) dan timbangan digital.

Kariatmono juga membenarkan jika ini kali kedua Siti harus berurusan dengan hukum. Sebelumnya pada Juni 2016 silam, ia juga diringkus petugas dengan barang bukti sekitar 5 gram sabu.

“Atas pertimbangan kemanusian anaknya yang lagi sakit, kejaksaan mengabulkan permintaan Siti untuk menjadi tahanan kota. Saat itu divonis tujuh tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun,” ungkap kasat, kemarin.

Kepada penyidik, Siti mengaku terpaksa kembali menjadi pengedar demi membiayai pengobatan anaknya. Belum lagi sang suami yang saat ini juga harus menjalani masa tahanan dengan kasus serupa. Meski begitu, ada dugaan jika pengakuan tersebut hanya modus pelaku.

“Dari penyidikan kepada pelaku, barang bukti dikirim dari seseorang bernama Botak alias JD yang berada di Rutan Pontianak, Kalbar,” ungkap Kariatmono.

Barang dikirim melalui paket buah yangg dititip di salah satu travel jurusan Pontianak-Pangkalan Bun. Kemudian sabu dijual dengan Rp900 ribu per gramnya. Sedangkan ineks dijual Rp100 ribu per butir.

“Saat ini pelaku masi diamankan dengan terancam hukuman 20 tahun penjara atas Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2),” pungkasnya. (vin/ang)

 

To Top