Astaga! Anak Tewas Dihajar Massa, Bapak Ditembak Mati – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Astaga! Anak Tewas Dihajar Massa, Bapak Ditembak Mati

FAJAR.CO.ID, SIDOARJO – Satreskrim Polresta Sidoarjo tak akan segan bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan. Jumat (3/2), pistol petugas menyalak. Dua timah panas menembus dada Dapi bin Alimun. Warga Desa Pejangkungan, Rembang, Pasuruan, tersebut menjadi otak komplotan begal di Jabon, Sidoarjo, Minggu lalu (29/1).

Sebagaimana diberitakan, ada empat begal yang menghentikan pengendara motor di area persawahan Desa Kedungpandang, Kecamatan Jabon. Saat itu, salah seorang pelaku mengancam warga dengan senjata tajam (sajam) jenis celurit. Tujuannya, korban segera menyerahkan motornya.

Namun, korban ternyata berani melawan. Para begal pun mengambil tindakan sadis. Celurit tersebut disabetkan beberapa kali ke tubuh korban. Untung, korban berhasil menangkis serangan itu. Meski tangan kanannya terluka parah, korban masih bisa berteriak meminta tolong.

Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut berdatangan. Dua di antara empat pelaku tertangkap sebelum akhirnya tewas dihajar massa. Warga geram lantaran ada yang tega membegal saat mereka sedang menghadapi musibah banjir.

Dua pelaku yang tewas adalah Herman dan Iskandar. Masing-masing berusia 26 tahun dan tinggal di kawasan Rembang, Pasuruan. Setelah mengidentifikasi Herman dan Iskandar, polisi mengalihkan fokusnya untuk memburu dua pelaku yang berhasil melarikan diri.

Dua hari setelah kejadian, upaya polisi membuahkan hasil. Nijar, salah seorang pelaku, dibekuk petugas Reskrim Polda Jatim di Madura. Pemuda 22 tahun itu tercatat sebagai warga Desa Kedungbanteng, Rembang, Pasuruan.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Manang Soebeti menyatakan, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pelaku yang belum tertangkap melarikan diri ke Pulau Garam. Setelah melacak selama beberapa hari, petugas menemukan lokasi persembunyian buruan terakhir sekaligus otak komplotan begal yang teridentifikasi bernama Dapi. ’’Dia juga mengajak istrinya ke Madura,” katanya.

Buronan berusia 44 tahun tersebut bersembunyi di wilayah Sampang. Nah, Jumat sekitar pukul 00.30, polisi berhasil menangkap Dapi. Pelaku pun mengakui perbuatannya. Dia menyebutkan, celurit yang digunakan untuk membacok korban disimpan di sebuah permakaman di kawasan Beji, Pasuruan.

Dapi lantas digelandang untuk menunjukkan lokasi celurit itu. Selama perjalanan, petugas terus berupaya menginterogasi pelaku. Dapi mengaku sudah beberapa kali beraksi di Kota Delta dengan modus yang sama seperti di Jabon. Perinciannya, dua kali di Jabon dan Tanggulangin serta satu kali di Porong.

Di luar dugaan, di permakaman yang menjadi tujuan pengembangan penyelidikan perkara, pelaku dapat melepaskan borgol yang melilit tangannya. Setelah itu, dia mengambil celurit yang disimpannya untuk menyerang petugas.

Melihat itu, petugas mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Namun, upaya tersebut tidak dihiraukan pelaku. Dapi justru bertindak semakin brutal. ’’Tindakan tegas terpaksa kami ambil karena memperoleh perlawanan,” ujar Manang.

Jebolan Akpol 2001 itu mengungkapkan, hasil penyelidikan juga menunjukkan fakta yang mencengangkan. Ternyata, Dapi adalah ayah kandung Iskandar, salah seorang begal yang tewas dihajar massa. ’’Dilihat dari track record-nya, pelaku sering keluar-masuk penjara,” imbuh Manang.

Dapi diketahui pernah mendekam di Rutan Kelas II-B Bangil, Pasuruan. Dia juga pernah menjadi penghuni Lapas Kelas I Surabaya di Porong dan terakhir Lapas Kelas I Madiun. ’’Kasusnya sama, yaitu pencurian dengan kekerasan. Keluar terakhir Agustus 2016. Dia bebas bersyarat di Madiun,” terang mantan Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya tersebut. (Fajar/JPG)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top