Digeledah, 4 Toko Ini Jual Obat Keras, Pelanggannya dari Pelajar Hingga Mahasiswa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Digeledah, 4 Toko Ini Jual Obat Keras, Pelanggannya dari Pelajar Hingga Mahasiswa

FAJAR.CO.ID, DEPOK – Satnarkoba Polresta Depok menggerebek empat toko obat tak berizin di Kecamatan Sukamaja dan Cimanggis. apatan menjual obat daftar G secara bebas kepada pelajar dan mahasiswa. Polisi menyita ratusan butir obat keras dari keempat toko tersebut serta menggiring para pemilik toko untuk menjalani pemeriksaan.

Wakasat Narkoba Polresta Depok, AKP Rosana Labobar mengatakan, penggerebekan Kamis malam (2/2), berawal dari banyak laporan warga yang resah dengan penjualan obat daftar G. Polisi pun bergerak menyisir empat toko obat yang menjual jenis obat penenang tersebut.

”Kami sita 300 butir obat daftar G dan 1,6 gram sabu dari pemilik salah satu toko. Sekaranga pemiliknya kami tahan dan diperiksa,” katanya kepada INDOPOS (Jawa PosGroup), saat ditemui di Mapolresta Depok, kemarin (3/2).

Rosana membeberkan, dari Toko Obat Mian di Jalan Sentosa dan Toko Obat Kuat Sehat di Jalan Keadilan keduanya di Kecamatan Sukmajaya, disita 100 butir obat daftar G. Kemudian dari Toko Obat Shati dan Murah Hati di di Jalan Radar Auri, Kecamatan Cimanggis disita 200 butir obat keras.

Beberapa jenis obat yang disita pihaknya di antaranya, tramadol, dumolid, heximer, acprazolam, threx, merc dan lain sebagainya. Setiap butirnya, obat itu dibandrol Rp100 ribu dengan target pelajar SMP, SMA hingga mahasiswa.

”Empat orang kami bawa, mereka ini pemilik toko itu. Mereka bernama Yono, Maulana, Muktar dan Bambang. Yang punya sabu itu adalah Bambang, dan kami masih introgasi mereka, karena kami yakin selain jual obat daftar G mereka jual narkoba,” paparnya.

Rosana menerangkan, apabila dikonsumsi tidak sesuai dengan aturan maka obat itu akan menimbulkan efek halusinasi dan menstimulus syaraf. Akibatnya para pengkonsumsi obat daftar G ini akan menimbulkan aksi kejahatan dan penyalahgunaan narkotika.

Apalagi, selama ini jajarannya menangkap para pengedar narkoba mereka mendapati adanya obat daftar G yang digunakan dan dikonsumsi. ”Efek jangka panjang bisa merusak otak. Ini bisa menjadi pintu masuk konsumsi narkoba,” ungkapnya. (Fajar/JPG)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top