Indonesia Butuh 41 Ribu Insinyur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Indonesia Butuh 41 Ribu Insinyur

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Indonesia saat ini masih mengalami krisis sarjana teknik atau dulu disebut insinyur. Berdasar data Kemenristekdikti, tahun ini kebutuhan insinyur baru mencapai 60.233 orang. Untuk sementara, stok insinyur baru yang tersedia tahun ini sekitar 18 ribu orang.

Dari catatan tersebut, Dirjen Sumber Daya Iptek-Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti menjelaskan, dengan data kebutuhan dan ketersediaan itu, tahun ini Indonesia butuh 41.960 insinyur. ”Kebutuhan ini bakal terus berlanjut tahun depan,” katanya.

Mantan wakil menteri kesehatan tersebut menerangkan, tahun depan kebutuhan tenaga insinyur mencapai 52.772 orang. Padahal, stok lulusan insinyur baru diperkirakan hanya 19.475 orang. Jadi, ada kekurangan sekitar 33 ribu orang. Ghufron menyatakan, kebutuhan itu terus muncul karena program pembangunan.

Menurut Ghufron, hingga beberapa tahun ke depan, Indonesia bakal selalu kekurangan insinyur. Sebab, jumlah program studi atau jurusan yang mencetak insinyur baru sampai saat ini masih terbatas. Dia mengungkapkan, di sejumlah universitas, jumlah program studi teknik kalah jauh dibanding program-program hukum dan sosial.

Merujuk data persebaran mahasiswa saat ini, 50,7 persen berkuliah di jurusan ilmu sosial dan hukum. Yang berkuliah di jurusan teknik hanya 16,1 persen, jurusan pendidikan 14,7 persen, sains 8 persen, pertanian 5,3 persen, dan kedokteran 3,9 persen.

Ghufron menuturkan, kekurangan sarjana teknik tidak bisa dibiarkan terjadi. Untuk itu, mulai tahun ini Kemenristekdikti memoratorium pengurusan izin pendidikan universitas baru. Selain itu, Kemenristekdikti menyetop pengurusan izin jurusan-jurusan nonteknik. ”Pendirian institut teknologi masih boleh. Karena dominan mencetak sarjana teknik,” ucapnya. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top