Jaja Miharja: Saya Sebagai Orang Betawi, Udah deh Gak Usah Nyoblos Die – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Jaja Miharja: Saya Sebagai Orang Betawi, Udah deh Gak Usah Nyoblos Die

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Ketua MUI Ma’ruf Amin diperlakukan tidak sopan oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif dan juga kuasa hukumnya, dalam sidang dugaan kasus penodaan agama.

Salah satu murid Ma’ruf Amin yang juga seniman Betawi, Jaja Mihardja mengaku jengkel terhadap perbuatan yang dilakukan oleh Ahok.

Pasalnya Ma’ruf Amin adalah ulama yang sudah selayaknya dihargai dan dihormati.

“Saya sakit hati kalau kiai saya diginiin. Dia yang ngajarin saya ngaji,” ujar Jaja di Kantor MUI, Jakarta, Jumat (3/2).

Oleh sebab itu aktor dan presenter tersebut berharap, masyarakat terbuka matanya untuk tidak memilih Ahok sebagai gubernur Jakarta periode 2017-2022.

Pasalnya sifat dan wataknya terlihat jelas kalau Ahok tidak menghormati ulama.

“Saya sebagai orang Betawi, orang paling tua di Betawi, udah deh gak usah nusuk die (coblos Ahok). Paham,” katanya.

Menurut Jaja, Ahok harusnye berhati-hati dan menjaga ucapannya. Karena saat ini jelang Pilgub DKI.

Sehingga sangat sensitif kalau ada omongan yang menyinggung seseorang. Apalagi seorang ulama.

Sebelumnya, usai mendengarkan kesaksian dari Ketua MUI, Ma’ruf Amin, terdakwa Ahok langsung menyatakan keberatan.

Bahkan, dia yang berstatus terdakwa itu mengancam memproses hukum kesaksian Ma’ruf bila terbukti ada kebohongan.

Ahok yang merupakan mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku keberatan atas kesaksian Ma’ruf soal telepon dari Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono.

Apalagi, soal tak adanya penulisan pekerjaan Ma’ruf yang pernah menjabat Watimpres era Presiden SBY di dalam berita acara pemeriksaan.

“Jelas saudara saksi menutupi riwayat pernah menjadi Watimpres Susilo Bambang Yudoyono,” tegas Ahok setelah mendengarkan kesaksian Ma’ruf di Auditorium Kementan, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (31/1).

Click to comment
To Top