Positif Tertular HIV/AIDS, Harus Pakai Kondom Seumur Hidup – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Positif Tertular HIV/AIDS, Harus Pakai Kondom Seumur Hidup

pemeriksaan darah

FAJAR.CO.ID, BANJARBARU – Wajar jika pengidap HIV dan AIDS tertinggi di Banjarbaru adalah PSK (Pekerja Seks Komersial). Tapi memprihatinkan jika ternyata ada 13 IRT (Ibu Rumah Tangga) yang juga positif mengidap virus mematikan tersebut.

Angka itu temuan pada tahun 2015 dan 2016 saja. Jika ditarik sampai ke tahun 2005, total sudah 28 IRT yang tertular. Dari ke-13 IRT tersebut, Sekretaris KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Banjarbaru Edi Sampana memastikan semuanya tertular oleh suami.

Ini menjadi peringatan keras bagi suami nakal yang senang ‘jajan’ di luar rumah. “Dari penelusuran kami, semuanya positif ditularkan sang suami,” kata Edi, kemarin (3/2).

Sebab, saat diwawancara ke-13 IRT itu mengaku tak pernah melakoni pergaulan bebas sebelum menikah, tidak pernah menjalani transfusi darah, atau memakai jarum suntik untuk mengkonsumsi narkotika. “Satu-satunya kemungkinan yang tersisa adalah ditularkan suami,” imbuhnya.

KPA lantas coba mengambil tes darah para suami untuk memastikan jalur penularan. Ada yang mau, adapula yang menolak. “Takut menghadapi kenyataan, takut divonis positif. Sebenarnya jika mengacu Undang-Undang, KPA bisa memaksa, tapi tak tega,” kisahnya.

Yang menarik ada kasus dimana setelah dites suaminya malah negatif. “Rupanya itu suami kedua, suami pertama sudah mati. Dugaan terkuat mendiang suami itulah yang menularkan,” tukasnya.

Jika sang istri positif dan suaminya negatif, KPA menganjurkan selama berhubungan seks harus selalu mengenakan kondom. “Iya, seumur hidup terpaksa pakai kondom,” tegasnya. Jika nekat tak mengenakan kondom, harus siap menerima risiko tertular.
Kewajiban mengenakan kondom seumur hidup juga berlaku bagi penderita HIV dengan tipe virus berbeda. “Kalau si istri tipe 1 dan suami tipe 2, harus pakai kondom. Jika tipenya sama baru boleh berhubungan seks tanpa kondom,” jelasnya.

Penderitaan mengenakan kondom itu sebenarnya belum seberapa. Bagi IRT yang sedang hamil, mereka terpaksa menjalani beberapa prosedur agar anaknya tak tertular. Pertama, taat menelan obat anti virus. Kedua, melahirkan dengan operasi sesar. Ketiga, sebaiknya asupan ASI (Air Susu Ibu) diganti susu kalengan.

“Tapi prosedur ini cuma berlaku bagi yang terlanjur hamil sebelum dites positif, atau memang belum memiliki keturunan. Kalau sudah punya anak, mending jangan hamil lagi, kasihan buah hatinya,” pungkas Edi. (fud)

Click to comment
To Top