Menkes Lantik 21 Komite Penempatan Dokter Spesialis – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kesehatan

Menkes Lantik 21 Komite Penempatan Dokter Spesialis

FAJAR.CO.ID, JAKARTA –– Menteri Kesehatan RI melantik 21 anggota Komite Penempatan Dokter Spesialis untuk periode 2016-2019 di Ruang J.Leimena, Kantor Kemenkes, Jakarta.

Nantinya komite ini akan bertugas menyusun perencanaan pemerataan dokter spesialis, menyiapkan wahana untuk kesiapan Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS), memberikan masukan dalam menyusun rencana tahunan, membantu pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan WKDS, serta melakukan pencatatan dan pelaporan penyelenggaraan WKDS.

Menkes dalam arahannya usai melantik mengatakan, akses pelayanan kesehatan untuk daerah yang masih belum merata, utamanya bagi daerah kepulauan, terpencil, dan pegunungan, sehingga dirasa perlu ada pemerataan tenaga kesehatan, khususnya untuk pemenuhan tenaga dokter spesialis.

Keanggotaan KPDS terdiri dari unsur Kemenkes, Kemenristek Dikti, Kemendagri, organisasi profesi dan kolegium, konsil kedokteran, asosiasi intitut pendidikan, ikatan dokter indonesia, asosiasi rumah sakit, dan badan pengawasan rumah sakit.

Menkes mengungkapkan, disparitas tenaga dokter spesialis saat ini banyak terpusat dikota-kota besar. Tertinggi di DKi Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Sementara rasio terendah terdapat di NTT, Sulbar, dan Maluku Utara.

“Saya mengingatkan dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 disebutkan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau,” kata Menkes dalam arahannya, Senin 6 Februari 2017.

Dari data Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) per 31 Desember 2015, kalau jumlah dokter spesialis dan dokter gigi spesialis yang terdaftar STR di KKI sebanyak 29.665 orang. Jika dihitung sesuai dengan rasio spesialis dan jumlah penduduk maka saat ini rasio spesialis adalah 12,7 per 100 ribu penduduk melebihi dari target rasio yang ditetapkan yaitu 10,2 per 100 ribu penduduk.

“Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan kekurangan dokter spesialis seperti pemberian bantuan pendidikan, pemenuhan tenaga melalui berbagai mekanisme seperti PTT, PNS, penugasan khusus bagi residen, dan penempatan pasca pendidikan,” tandasnya. (idr/fmc)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top