SPS: Verifikasi Perusahaan Pers Upaya Memacu Profesionalisme – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

SPS: Verifikasi Perusahaan Pers Upaya Memacu Profesionalisme

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Serikat Perusahaan Pers (SPS) menggelar konferensi pers dalam rangka menyikapi siaran pers yang dikeluarkan Dewan Pers tertanggal 4 Februari 2017 tentang verifikasi untuk menegakkan profesionalitas dan perlindungan wartawan guna mewujudkan kemerdekaan pers.

Konferensi pers tersebut digelar di Gedung Dewan Pers lantai 6 Jalan Kebon Sirih Jakarta, Senin (6/2). Sebelumnya dihari yang sama, SPS sebagai salah satu konstituen Dewan Pers menggelar pertemuan di kantor Dewan Pers. Dari hasil pertemuan itu menghasilkan tujuh kesepakatan.

Pertama, SPS meyakini bahwa daftar 74 perusahaan pers yang telah diverifikasi oleh Dewan Pers adalah daftar tahap pertama, yang akan disusul dengan tahap-tahap berikutnya. Kedua, SPS telah menerima penegasan bahwa Dewan Pers tidak menyampaikan secara terbuka nama-nama perusahaan pers maupun menyerahkan sertifikat standar perusahaan pers yang telah diverifikasi Dewan Pers, pada acara Hari Pers Nasional (HPN) di Ambon, 9 Februari 2017 mendatang.

Ketika, SPS dan Dewan Pers sepakat untuk melanjutkan program verifikasi perusahaan pers cetak yang selama ini sudah dilakukan oleh kedua belah pihak. Ini karena mandat Dewan Pers kepada SPS melalui SK Dewan Pers Nomor 01/SK-DP/III/2015 tentang penetapan Serikat Perusahaan Pers (SPS) sebagai Lembaga Pelaksana Verifikasi Perusahaan Pers Media Cetak tanggal 24 Maret 2015, hingga kini masih berlaku.

Keempat, SPS mengusulkan agar daftar perusahaan pers yang telah diverifikasi berikutnya dipublikasikan oleh Dewan Pers setiap tiga bulan sekali, baik melalui website Dewan Pers maupun dikomunikasikan kepada asosiasi perusahaan pers dan publik.

Kelima, SPS menghibau agar pimpinan penerbitan pers anggota SPS di seluruh Indonesia aktif mendaftarkan diri melalui SPS cabang masing-masing, karena verifikasi ini menganut konsep proaktif. Sebelum mendaftarkan diri sebaiknya menyiapkan diri untuk memenuhi syarat-syarat verifikasi yang pada dasarnya tidak memberatkan bagi penerbit yang berkomitmen pada penerbitan pers yang sehat.

Keenam, SPS meyakini bahwa program verifikasi adalah mekanisme penyehatan pers Indonesia yang dilakukan oleh masyarakat pers sendiri, sebagai langkah agar tidak ada kekuatan luar yang memaksa pers untuk menyehatkan diri.

Terakhir, SPS kedepan hanya menerima anggota yang sudah lolos verifikasi, sedang anggota yang ada saat ini yang belum mendaftarkan diri pada program verifikasi akan didorong untuk mendaftarkan diri.

“Kiranya hal tersebut dapat menjadi perhatian semua pihak, khususnya perusahaan pers anggota SPS, komunitas pers, dan para pemangku kepentngan pers di seluruh Indonesia,” kata Ahmad Djauhar ketua Serikat Perusahaan Pers yang didampingi Heddy Lugito selaku sekjen SPS. (Fajar)

To Top