Bupati Doyan Selingkuh Hadapi Masalah Baru – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Bupati Doyan Selingkuh Hadapi Masalah Baru

FAJAR.CO.ID, Bupati Katingan Achmad Yantenglie dan Farida Yeni bakal menghadapi perkara baru, yang juga terkait dengan hubungan asmara keduanya.

Kedua orang ini diadukan Aliansi Masyarakat Katingan Bersatu (AMKB) ke Polda Metro Jaya.

“Kita melaporkan Yantenglie dan Farida Yeni dengan Pasal 279 KUHP tentang perkawinan dan pasal pemalsuan,” kata Ketua AMKB Menteng Aswin pada sejumlah wartawan usai audensi dengan DPRD Katingan, Senin (6/2).

Kasus baru itu terungkap dari hasil penyelidikan Penyidik Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Kalteng.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Kriminal Umum Polda Kalteng Kombes Pol Gusde Wardana langsung memimpin penyidik mendatangi KUA Bogor. Pihaknya juga memeriksa sejumlah saksi.

Termasuk penghulu serta saksi pernikahan siri Ahmad dan Farida di Jakarta.

”Kami sudah berupaya mengecek di KUA Bogor, termasuk mencari daftar saksi-saksi pernikahan dan fotokopi surat keterangan nikah. Hasilnya, hal itu tidak terdaftar di KUA Bogor,” kata Gusde kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Senin (16/1).

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan, sambung Gusde, Yantenglie dan Farida Yeni sudah menikah siri di sebuah hotel di Jakarta pada April 2016 lalu. Pernikahan itu disaksikan penghulu dan saksi lain.

Menteng Aswin mengatakan, laporan yang disampaikan telah mendapat respon baik Polda Metro Jaya.

Dia berharap pengaduan itu bisa segera diproses dan ditindaklanjuti kepolisian setempat. Laporan terkait pernikahan Yantenglie dan Farida Yeni yang masih berstatus istri orang lain.

“Kita akan kawal terus Polda Metro Jaya. Jika seandainya tidak becus juga, maka kita akan demo di sana (Jakarta). Kita tidak akan berhenti begitu saja,” tegas Menteng.

Sebab, kata dia, mereka tidak ingin seorang pemimpin di Kabupaten Katingan berbuat zina.

Pemimpin, lanjutnya, harus menjadi contoh dan teladan baik bagi masyarakatnya. Jika dibiarkan, yang lain bisa mengikuti tindakan Bupati Yantenglie.

“Untuk itu sudah jelas perbuatan tercela. Seperti kasus Bupati Ogan Kemiring Ilir (OKI) yang tersangkut kasus narkoba. Itu langsung diberhentikan Kemendagri tanpa Pansus-pansus. Maunya kita itu seperti Mendagri. (Segera) berhentikan,” ucapnya dengan nada meninggi.

Bahkan Menteng mengungkapkan, ketika unjukrasa di Jakarta beberapa waktu lalu mereka sudah ditemui ahli hukum Kemendagri, Candra, bahwa untuk kasus seperti ini sebetulnya bisa mengabaikan undang-undang maupun hukum.

Maka dari itu, jika Pansus tidak mampu memakzulkan Yantenglie, mereka akan melakukan upaya itu ke Kemendagri.

“Sebab pernyataan itu sudah disampaikan ahli hukum Kemendagri Pak Candra. Inilah yang akan kami kejar. Sebab sekali lagi, kami tidak akan berhenti menuntut Bupati Yantenglie untuk diberhentikan, apabila DPRD Katingan juga mandul untuk melakukan pemakzulan,” terangnya.

Kemudian terkait pertemuan dengan dewan, mereka intinya hanya ingin memberi apresiasi dan dukungan pada Pansus DPRD yang telah melaksanakan tugas dengan baik.

“Kita akan terus menggiring biar Pansus bisa terus bekerja sampai akhir. Tak hanya itu, kita juga berharap, apa yang sudah dikerjakan mendapat dukungan anggota DPRD Katingan lainnya, terutama saat penyampaian pendapat lima Fraksi. Kita ingin mereka bisa menyampaikan sikap bulat, artinya mendukung langkah yang dibuat Pansus,” pintanya.

Selanjutnya, Menteng Asmin mengungkapkan, pada tanggal 10 dan 13 Februari ini, mereka juga akan menggelar aksi unjukrasa kembali ke DPRD Katingan.

Dimana saat tanggal 10 nanti merupakan penyampaian pandangan akhir fraksi terhadap hasil kerja pansus.

Sedang pada tanggal 13, merupakan penetapan DPRD dan selanjutnya dibuat rekomendasi untuk diajukan ke Mahkamah Agung (MA) guna mengambil keputusan terhadap nasib Bupati Yantenglie.(jpnn/fajar)

Click to comment
To Top