Razia Begal Malah Dapat Wanita Mabuk dan Pria Berkapak, Angkut! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Razia Begal Malah Dapat Wanita Mabuk dan Pria Berkapak, Angkut!

polisi mengamankan seorang wanita yang berkendara dengan kondisi mabuk

FAJAR.CO.ID- Maraknya aksi begal dan perampasan yang terjadi di kawasan Middle East Ring Road (MERR), Surabaya, Jawa Timur membuat polisi tidak tinggal diam.

Kali ini Satshabara Polrestabes Surabaya melakukan penyekatan jalur tersebut dengan menggelar razia anti begal.

Meski belum berhasil mengamankan pelaku, namun dari hasil razia itu, polisi berhasil mengamankan pemuda yang membawa kapak dan wanita sedang mabuk.

Kasat Shabara Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Anthon Haryadi menjelaskan dalam razia yang digelar pada Sabtu malam (4/2) ini pihaknya melibatkan kurang lebih 50 personel gabungan.

Sasaran razia ini adalah pengendara mobil atau motor yang melintas di kawasan Jalan Ir Sukarno tersebut.

“Kami berhentikan dan memeriksa semua kelengkapan kendaraan hingga barang bawaan mereka,” ungkap AKBP Anthon seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Senin (6/2).

Anthon menjelaskan setelah melakukan razia beberapa jam, pihaknya menggeledah sebuah mobil Mitsubishi Grandis nopol L 1450 CW yang dikemudikan Vincentio Felix Sidharta, 25, warga Lumajang.

Dari pemeriksaan barang bawaannya, polisi menemukan senjata tajam (sajam) jenis kapak. “Dari pengendara ini, kami mendapatkan kapak yang diletakkan di jok mobil depan. Setelah mendapatkan barang bukti tersebut, kami menyerahkan yang bersangkutan kepada anggota Satreskrim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Setelah mengamankan Felix, razia kembali dilanjutkan. Namun beberapa menit kemudian, polisi menghentikan sepeda motor yang dikendarai oleh Septin Lutfian, 24.  Setelah dihentikan dan diperiksa, polisi mengamankannya warga Medokan Semampir Indah Surabaya lantaran mengendarai motor dalam keadaan mabuk.

“Untuk keselamatannya, kami membawanya ke mako dan setelah didata yang bersangkutan kami izinkan pulang,” tambah perwira dengan dua melati di pundaknya ini.

Dia mengatakan rencananya kegiatan yang sama akan rutin dilakukan. Tak hanya di MERR saja melainkan tempat lain yang biasa terjadi tindak kriminalitas. (fajar/jpnn)

Click to comment
To Top