DPRD Keluhkan Dampak Pariwisata pada Perekonomian NTB, Ini Kata Kadisnya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

DPRD Keluhkan Dampak Pariwisata pada Perekonomian NTB, Ini Kata Kadisnya

FAJAR.CO.ID LOMBOK – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB), menilai dampak sektor pariwisata bagi perekonomian daerahnya belum terlalu signifikan.

Meskipun pamor pariwisata dua pulau yaitu Lombok dan Sumbawa sudah dikenal.

Hal itu diungkapkan ketua Komisi III DPRD NTB, Johan Rosihan. Dia menyebut ada tiga alasan yang membuat sektor pariwisata belum maksimal menggenjot perekonomian.

Salah satunya adalah dari sisi produksi dan penjualan souvenir yang dinilai belum optimal.

“Kekhasan produk kita terutama pada souvenir dinilai masih kurang optimal. Dan juga industri kreatif yang sudah mulai tumbuh namun dari segi harga belum bersaing,” ujar Rosihan di Mataram, Rabu (8/2/2017).

Sementara itu, kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Faozal membantah pernyataan ketua komisi III yang menilai sektor pariwisata belum maksimal menaikkan taraf ekonomi masyarakat.

Dia mengatakan, justru saat ini dampak perekonomian NTB dari sektor pariwisata melambung tinggi.

Dia mengambil contoh banyaknya toko souvenir yang buka di daerah Senggigi dan di kota Mataram dan juga di daerah lainnya yang selalu diserbu oleh wisatawan baik lokal maupun asing yang datang berkunjung ke Lombok.

“Di Senggigi banyak toko souvenir itu dibanjiri wisatawan. Di daerah Banyu Mulek juga atau jangan jauh-jauh dah di kota Mataram sendiri kita bisa lihat toko oleh-oleh yang buka itu. Mereka tidak pernah sepi dari pengunjung,” kata Faozal.

Dia menambahkan, selain dari industry kreatif, juga banyak daerah-daerah di Lombok ini yang perekonomiannya terangkat akibat dari melejitnya sektor pariwisata ini seperti di daerah Mangsit, Lombok Utara yang penuh dengan bangunan, hotel dan restaurant kelas Atas.

Dia mengkalim, penduduk daerah Mangsit tersebut sangat makmur dan hampir tak ada pengangguran lantaran hampir seluruh pemuda dan pemudinya diberdayakan oleh sektor ini seperti menjadi karyawan di hotel-hotel tersebut.

Tak hanya di mangsit, di daerah tanjung, Lombok Timur juga, banyak warga yang merubah profesi dari nelayan sebagai boot manager untuk mengantar tamu ke pantai Pink.

“Jangan jauh-jauh dah, di pasar Kebon Ruek, Ampenan setiap harinya berjejer mobil hotel yang berbelanja di pasar tersebut. Jadi, sektor pariwisata itu sangat mengangkat perekonomian daerah,” tandas faozal.

Click to comment
To Top