Praktek Esek-esek Bebas di Hotel dan Penginapan, dari PSK Sampai Selingkuhan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Praktek Esek-esek Bebas di Hotel dan Penginapan, dari PSK Sampai Selingkuhan

razia hotel dan penginapan

HOTEL  dan penginapan di wilayah Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru saat ini sangat menjamur. Itu dikarenakan kawasan itu berdekatan dengan Bandara Syamsudin Noor. Namun sayangnya, sudah menjadi rahasia umum sebagian hotel dan penginapan di sana diduga seringkali dimanfaatkan menjadi tempat esek-esek.

Maraknya pasangan bukan suami istri memanfaatkan hotel dan penginapan untuk berbuat mesum dibenarkan oleh salah seorang warga sekitar. Ia menuturkan, jarang ditemukan wisatawan menginap di hotel sekitar bandara. Yang sering terlihat menginap justru masyarakat Banua yang ingin menghabiskan malam bersama pasangan tak resminya. “Semua orang juga tahu, kalau hotel dan penginapan di sini banyak untuk gituan,” ujarnya.

Pria yang menolak menyebutkan namanya ini menambahkan, biasanya pasangan yang menginap ialah seorang laki-laki yang ingin mesum bersama selingkuhannya. Atau pria hidung belang bersama wanita bookingannya. “Pria yang menginap membawa wanita sendiri, karena hotel tidak menyediakan wanita,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang sopir taksi bandara berinisial MS mengungkapkan, pasangan mesum biasanya lebih menyukai menginap di hotel kelas melati atau penginapan. Sebab, tarifnya lebih terjangkau dibandingkan menginap di hotel.

Ia menuturkan, tarif hotel kelas melati yang dilengkapi fasilitas AC sekitar Rp170 ribu per malam. Sementara jika kamarnya tak ber-AC rata-rata hanya Rp110 ribu per malam. “Kalau hotel Rp200 ribuan keatas,” ujarnya.

Ditanya kawasan mana saja yang banyak dijumpai hotel dan penginapan bebas yang sering dijadikan tempat esek-esek, MS mengungkapkan pasangan mesum biasanya memilih hotel dan penginapan di sekitaran Jalan Kasturi dan di Jalan Angkasa. “Di dua daerah itu yang banyak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pasangan bukan suami istri memilih penginapan di dua daerah tersebut karena dikenal aman. Jarang dirazia oleh Satpol-PP dan anggota kepolisian. “Di kawasan itu jarang ada razia, pasti aman. Saya saja sering di sana,” candanya.

Kabar maraknya hotel dan penginapan dijadikan tempat esek-esek di sekitaran Bandara Syamsudin Noor sebenarnya sudah direspons oleh Satpol-PP Banjarbaru, namun setiap kali razia digelar hasilnya selalu nihil.

Seperti razia yang digelar pada 25 Januari 2017 tadi, malam itu Satpol-PP Banjarbaru mendatangi delapan hotel dan penginapan di kawasan Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru. Akan tetapi mereka tak menemukan satupun pasangan mesum. “Ketika itu semua hotel malah sepi, malahan ada satu penginapan hanya dihuni oleh satu tamu,” kata Plt Kepala Satpol-PP Banjarbaru, Marhain Rahman.

Walaupun dalam razia itu tak menemukan adanya pasangan mesum, dia tetap menduga ada beberapa hotel dan penginapan yang disalahgunakan. “Dugaan itu berdasarkan informasi yang beredar, karena itu kami melakukan razia ke sana,” ujarnya.

Menurut informasi yang dia dapatkan, hotel dan penginapan yang seringkali dijadikan tempat mesum berada di kawasan Jalan Kasturi. “Katanya Jalan Kasturi yang banyak,” ungkapnya.

Namun, cukup sulit menggelar razia di kawasan bandara. Karena, disinyalir ada oknum yang membocorkan. “Kalau tidak secara OTT (operasi tangkap tangan), nampaknya sulit menemukan pasangan mesum di sana,” pungkas Marhain. (ris/by/ran)

Click to comment
To Top