Dituduh Polisi Selewengkan Dana, Kuasa Hukum UBN: Silakan Tanya PPATK – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Dituduh Polisi Selewengkan Dana, Kuasa Hukum UBN: Silakan Tanya PPATK

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Kuasa hukum Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), Kapitra Ampera mengaku heran dengan ulah aparat yang sengaja mencari-cari kesalahan kliennya.

Kapitra mengatakan, penyidik sengaja mencari kesalahan terkait dana sumbangan umat untuk membela Islam dalam aksi 411 dan 212.

Padahal, kata dia, dalam aksi itu masyarakat dengan sukarela memberikan sumbangan karena ingin membela agama.

“Silakan tanya PPATK ada tidak dana koruptor, bandar narkoba, teroris, Pak Jokowi, Pak JK yang masuk untuk aksi bela Islam. Dananya benar-benar dari umat, ada bahkanya yang menyumbang Rp 10 ribu karena begitu semangatnya membela Islam,”‎ kata Kapitra, Kamis (9/2).

Kapitra bahkan mengaku tidak habis pikir dengan pernytaan polisi yang menyebutkan ada penyelewenangan dana untuk kepentingan pribadi.

Padahal bisa dilihat, baik aksi 411 maupun 212, skalanya justru lebih besar dari yang direncanakan semula.

“Pemerintah dan aparat jangan tanya kenapa GNPF MUI bisa menggalang massa jutaan orang. Itu karena umat merasa terpanggil dan ingin menegakkan keadilan,” tegasnya

Karena itu Kapitra meminta pemerintah dan aparat agar bisa bekerja untuk rakyat dengan baik.

“Bukan rakyat yang bekerja dan melayani pemerintah serta aparat,” tegasnya.

Sebelumnya, ‎Bareskrim Polri telah mengidentifikasi penyimpangan dana yang digalang dari masyarakat untuk membiayai Aksi 212 dan 411.

Temuan penyidik Bareskrim menunjukkan adanya dana publik melalui Yayasan Justice For All yang diselewengkan untuk kepentingan pribadi.

“Kami tahu ada penghimpunan dana dari umat. Nah, kami sedang pastikan bahwa penyimpangan penggunaan dana itu. Ini kami sedang proses,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Brigjen Agung Setya, Rabu (8/2).

Dalam kasus itu, Bareskrim mencurigai adanya penyimpangan untuk menguntungkan individu atau kelompok.

Menurut Agung, dugaan penyimpangan dana yang kini diusut Bareskrim itu bukan berdasar delik aduan.

Bareskrim justru menindaklanjuti temuan Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keuangan (PPATK).

Click to comment
To Top