Dua Pelaku Pembunuh Eno Parinah Dijatuhi Hukuman Mati – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Dua Pelaku Pembunuh Eno Parinah Dijatuhi Hukuman Mati

FAJAR.CO.ID, TANGERAN, Masih ingat dengan pembunuhan sadis terhadap gadis canti yang bekerja sebagai karyawan pabrik bernama Eno Parinah?, kini dua tersangka pembunuhan itu dijatuhkan hukuman mati.

Masing-masing Rahmat Arifin (24) dan Imam Hapriadi (24), mereka dijatuhkan hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang yang digelar kemarin, Rabu (8/2)

Keduanya dinyatakan terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap Eno Parihah, di mes karyawan PT Polyta Global Mandiri, Jalan Raya Prancis, Dadap, Kosambi, Tangerang.

Vonis ini sekaligus menambah daftar panjang hukuman mati yang dijatuhkan PN Tangerang.

”Majelis hakim sepakat menjatuhkan vonis kepada Rahmat Arifin dan Imam Hapriadi dengan pidana mati,” terang majelis hakim yang diketuai M. Irfan Siregar dalam putusannya.

Majelis hakim menilai, Rahmat dan Imam terbukti melakukan pembunuhan berencana. Perbuatan keji itu dilakukan secara bersama-sama menghilangkan nyawa gadis 19 tahun yang kemaluannya dimasukkan gagang pacul.

Tak hanya itu, hakim berpendapat ada beberapa hal yang memberatkan keduanya. Selain perbuatan yang sadis dan keji, kedua terdakwa juga tidak mengakui perbuatannya dan tidak memperlihatkan penyesalan.

”Hal-hal yang meringankan kedua terdakwa tidak diketemukan,” tegas hakim juga.

Sidang putusan kasus pembunuhan sadis dengan gagang pacul itu dipenuhi keluarga Eno Parihah. Isak tangis keluarga pecah saat hakim membacakan putusan mati kepada kedua terdakwa tersebut.

Pantauan INDOPOS, saat datang ke persidangan sekitar pukul 11.45 WIB tidak ada rasa khawatir di wajah keduanya terkait vonis yang akan dibacakan hakim. Dikawal ketat polisi, keduanya dengan wajah santai memasuki PN Tangerang.

Begitu juga saat Rahmat dan Imam memasuki ruang sidang 5 PN Tangerang dengan tangan diborgol, tidak ada rasa tegang terpancar.

Wajah Rahmat dan Imam baru berubah drastis usai hakim membacakan vonis hukuman mati. Mendengar vonis hakim itu, kedua terdakwa itu membisu seribu bahasa.

Menanggapi itu, Ikbal Hidrajati kepala jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang yang menangani kasus itu menilai kedua terdakwa memenuhi semua unsur dalam pembunuhan berencana. Perbuatan keduanya disengaja dan direncanakan untuk menghilangkan nyawa orang lain.

Rahmad dan Imam didakwa pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Untuk diketahui, polisi membekuk tiga pelaku pembunuhan sadis yang dialami Eno Parihah.

Selain Rahmad dan Imam yang divonis mati, PN Tangerang sebelumnya juga memvonis 10 tahun terdakwa berinisial RAL. Dia divonis ringan lantaran masih di bawah umur lantaran berusia 16. (fer/dil/jpnn)

To Top