HATI-HATI! Blue Safir Biasanya Dicampur ke Minuman – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

HATI-HATI! Blue Safir Biasanya Dicampur ke Minuman

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Setelah temuan tembakau gorlia yang diduga digunakan oleh pilot Citilink pada 4 Januari lalu, kini Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menemukan narkotika jenis baru yaitu 4-Klorometkatinona atau 4-CMC yang berasal dari Tiongkok telah beredar di Jakarta, dan patut diwaspadai peredaraanya di Tarakan.

4-CMC biasa dikenal di Indonesia dengan nama Blue Safir dan Snow White yang berbentuk liquid atau cair, biasanya kedua jenis narkotika baru ini digunakan dengan mencampur pada minuman di club-club malam. Cairan itu disebut Blue Safir lantaran warnanya yang biru muda cerah seperti air laut yang dilihat dari permukaan dan cairan itu bila dikeringkan dapat menjadi serbuk kristal putih layaknya narkotika jenis sabu.

Meskipun narkotika jenis baru tersebut tidak secara gamblang terdaftar dalam Undang-Undang 35/2009 tentang tindak penyalahgunaan narkotika, tetapi BNN sudah memasukannya dalam lampiran Pertauran Menteri Kesehatan (Permenkes) 2/107 tentang perubahan penggolongan narkotika.

“Ini sama seperti tembakau gorilla dan kami sudah mengantisipasi dengan telah dimasukannya narkoba baru ini ke peraturan menkes sehingga undang-undang tidak berubah hanya saja lampiran permenkes yang bertambah,” tutur Akhmad Suja’i  Kepala Seksi Rehabilitasi.

Diketahui harga dari narkotika Blue Safir dan Snow White terbilang tidak murah, 1 gelas sloki kecil dimulai dari harga Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu, dengan efek yang sama seperti si kristal sabu-sabu.

Lanjut Suja’i menurut informasi yang BNNK Tarakan terima saat ini terdapat 14 jenis baru narkotika, tetapi barang haram tersebut belum ditemukan karena belum ada bukti narkotikanya. UU 35/2009 mengatur secara umum mengenai jenis zat larangan seperti Metamfetamin dan Amfetamin, dengan berbagai nama seperti sabu, ganja, dan heroin.

“Hanya dua saja efek dari narkoba yang paling dominan, yakni stimulan dan depresan. Jikalau sabu efeknya stimulan, jikalau heroin dan putau itu depresan,” jelasnya.

Untuk Blue Safir dan Snow White sendiri berefek menjadi stimulant, karena pengguna akan langsung beraktifitas yang berlebihan seperti efek dari penggunaan sabu-sabu.

“Sekarang ini yang banyak dicari orang yang berefek pada stimulanttubuh, maunya kuat dan hanya senang-senang terus,” kata Suja’i.

BNNK Tarakan sendiri rencananya akan mulai merazia club-club malam yang beroperasi di Tarakan, karena saat ini mobil untuk tes urine telah dimiliki BNNK Tarakan sehingga ketika razia akan langsung melakukan tes urine.

“Pengusaha club malam juga harus menyadari, kami merazia ini bukan untuk mencari kesalahan atau memvonis orang tetapi membenahi masyarakat,” tutup Suja’i.

Sementara itu Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) dan Pemadaman Kebakaran Malinau menekankan bagi anggotanya agar tidak mendekati atau menggunakan narkotika, sebagai panutan masyarakat diharapkan bisa menjadi contoh yang baik di masyarakat.

“Jika kedepannya kami mendapatkan ada aparat terlibat narkotika baik mengonsumsi, menjual dan lainnya akan segera kami tindak secara tegas,” tutur Marson R Langub Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Malinau.

Diakuinya, masyarakat Malinau yang masih banyak yang melakukan pelanggaran seperti mengonsumsi miras, narkoba, perjudian serta seks bebas diharapkan semua pihak bisa bersama-sama menanggulangi perilaku menyimpang tersebut.

“Jika itu terjadi pada anggota Satpoll PP maka kami tidak akan menunggu lama kami tindak, tidak akan ada kata maaf karena dari pemerintah sudah terlalu lama memberikan himbauan dan toleransi,” tutup Marson. (*/yus/ewy/nri)

Click to comment
To Top