MAMPUS! Satu Pelaku Pemerkosa Anak Dihukum Berat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

MAMPUS! Satu Pelaku Pemerkosa Anak Dihukum Berat

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Proses hukum pemerkosaan anak di PN Balikpapan dengan dua terdakwa, Ery Rolanda (19) dan Abdul Rasid (20), kembali bergulir. Setelah keduanya dituntut hukuman penjara 13 tahun ditambah denda Rp 1 miliar oleh jaksa penuntut umum (JPU), tiba saatnya majelis hakim menjatuhkan hukuman.

Yang dijatuhi hukuman baru satu orang, Abdul Rasid, yang selama persidangan didampingi pengacara Yohanes Maroko SH. Dalam persidangan kemarin, pemuda Kampung Baru Balikpapan Barat itu dihukum berat. Yakni, hukuman penjara 13 tahun ditambah denda Rp 1 miliar. Hukuman yang dijatuhkan ini sama dengan tuntutan jaksa. Majelis hakim berkeyakinan, Abdul Rasid melakukan tindakan keji, memerkosa bocah perempuan berusia lima tahun di Balikpapan Barat, 22 Juli 2016 lalu.

Menanggapi hukuman tersebut, terdakwa Abdul Rasid menyatakan pikir-pikir dulu. “Ya, kami punya waktu selama satu minggu untuk pikir-pikir dulu,” ujar Yohanes Maroko usai sidang, Selasa (7/2) kemarin.

Sementara itu, terdakwa satunya, Ery Rolanda belum divonis hukuman. Karena itulah, dia yang saat ini ditahan di Rutan Kelas II-B Balikpapan, harap-harap cemas menunggu vonis majelis hakim.

Hal tersebut diungkapkan advokat Rudi Simanjuntak yang mendampinginya. “Iya, sih, klien saya belum divonis. Kami masih menunggu vonis. Yang jelas, dalam pembelaan (pledoi), kami minta terdakwa dibebaskan karena bukan pelaku pemerkosaan bocah perempuan lima tahun di Balikpapan Barat,” tegas Rudi di PN Balikpapan, kemarin siang. Sejumlah argumen hukum yang dijadikan dasar meminta kliennya dibebaskan, menurutnya, banyak kesaksian meringankan Ery Rolanda di hadapan majelis hakim.

Di antaranya, keterangan saksi pedagang Pasar Pandansari, Kasminah dan Kartik. Menurut saksi tersebut, pada saat kejadian pemerkosaan, Ery Rolanda mengambil timun 20 kg di Pasar Pandansari pada pukul 05.00 Wita, karena disuruh bosnya M Doni. Ery Rolanda memang bekerja di Pandansari, bantu-bantu jualan.

Saat itu, Ery tidak sendirian. Dia mengambil timun di Pasar Pandansari bersama temannya bernama Irvan, lalu mengantarkan timun kepada langganan bernama H Senang. “Ya, intinya pada saat kejadian pemerkosaan, Ery sedang di Pasar Pandansari. Berarti bukan dia yang melakukan pemerkosaan bocah. Sebenarnya banyak warga yang melihat Ery di pasar saat kejadian pemerkosaan. Tetapi hanya beberapa saksi saja yang bisa memberikan keterangan di persidangan,” imbuh Rudi.

Untuk mengingatkan kembali, Ery Rolanda dan Abdul Rasid diduga melakukan kejahatan pencurian di wilayah hukum Polsek Balikpapan Barat. Saat menggasak barang berharga milik korbannya, keduanya juga memerkosa anak korban yang masih di bawah umur.

Aksi pencurian dan pemerkosaan itu terjadi pada 22 Juli 2016, sekira pukul 04.30 Wita. Keduanya memulai aksi dengan mencuri di sebuah rumah di Balikpapan Barat. Menurut keterangan kepolisian saat itu, keduanya berbagi tugas. Ery bertugas sebagai pemetik. Dia lebih dulu menaiki rumah dua lantai milik korban, sedangkan Abdul Rasid bertugas memantau keadaan sekitar.

Kemudian, Ery masuk ke dalam rumah melalui lantai dua dengan cara memanjat. Saat masuk melalui sebuah pintu di lantai dua, dia melihat korban Bunga, bocah perempuan berusia lima tahun yang tengah tidur lelap di kamar tak berdaun pintu.

Ery kemudian mengambil sebuah handphone merek Samsung yang diletakkan di atas meja di lantai bawah. Dari dalam rumah, dia membuka pintu depan dan menyerahkan hasil jarahannya ke Abdul Rasid. Setelah menyerahkan telepon genggam tersebut, Ery kembali ke kamar di mana Bunga tertidur.

Menurut polisi lagi, Ery membekap mulut korban dan membopongnya ke atas sepeda motor yang ditunggangi Abdul Rasid. Keduanya kemudian membawa korban dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio menuju semak-semak di dekat salah satu tower seluler di kawasan Sidodadi, Balikpapan Barat. Di situlah Bunga diperkosa secara bergantian di semak-semak. Lantas keduanya meninggalkan Bunga seorang diri di tengah semak-semak. Belum lagi, saat itu tengah hujan deras. Bunga baru ditemukan pagi harinya oleh warga sekitar. Akhirnya Ery Rolanda dan Abdul Rasid ditangkap dalam kondisi luka tembak di kakinya. (ono/k1)

Click to comment
To Top