PSK Lemas Liat Eksavator Ratakan Lokalisasi Mereka – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

PSK Lemas Liat Eksavator Ratakan Lokalisasi Mereka

eksavator merobohkan bangunan lokalisasi

BARU sebulan menghuni barak blok C, nestapa menimpa SM (27). Perempuan berambut panjang ini tidak henti-hentinya menangis, ketika dua unit ekskavator meratakan wisma, yang biasa digunakannya untuk menjajakan diri kepada lelaki hidung belang. Perempuan asal Jawa Timur ini bingung mau ke mana, karena tempat tinggalnya sudah tiada. “Mau ke mana lagi? Bingung, di sini nggak ada siapa-siapa,” ucapnya dengan nada lirih.

Sebulan menempati kamar ukuran 3 x 4 meter persegi, itu dirasa sudah cukup baginya untuk bertahan hidup di Kota Beriman. “Ya, di situ kansekalian buat kerja (menjajakan diri, Red), sekalian buat tempat tinggal,” cetusnya.

Perempuan bertubuh semampai ini mengaku mendapatkan komisi dari pengguna jasa Rp 200 ribu sekali kencan. “Itu belum dipotong buat Mami,” akunya.

Perempuan berambut pirang ini mengaku tidak tahu bahwa kawasan eks lokalisasi itu sudah ditutup sejak 2013 silam. Bahkan, rencana pembongkaran 42 barak tersebut juga tidak tahu. “Baru tahu beberapa hari lalu kalau mau dibongkar,” sembari menutupi wajah.

Hal yang sama juga dirasakan salah satu penjual makanan bernama Sri (50). Ketakutannya, pelanggan warung pecelnya berkurang, karena para penghuni barak tidak ada lagi.

“Saya udah puluhan tahun jualan di sini. Ya, pasti berkurang penghasilannya kalau udah kayak gini. Pembeli biasanya pendatang sama orang-orang kompleks,” ucap ibu tiga anak ini.

Dia juga mengaku, dengan berjualan di kawasan eks lokalisasi tersebut, dia bisa menghidupi keluarganya. “Ya, cukuplah kalau untuk biayai anak-anak sampai udah pada nikah semua,” kata nenek tiga cucu ini.

Dalam pembongkaran 42 barak tersebut, Pemkot Balikpapan mengerahkan pengamanan maksimal. Dua unit ekskavator juga diterjunkan untuk mempermudah merobohkan barak agar rata dengan tanah.

Wali Kota Balikpapan, HM Rizal Effendi mengimbau agar eks wanita tuna susila (WTS) eks lokalisasi LHB Km 17 tak ke mana-mana. “Kita harapkan jangan ke mana-mana, atau misalnya ke Manggar Sari. Perangkat pemerintah akan terus bekerja,” tegas dia saat ditemui sorenya. (pri/war/k1)

To Top