Sebelum Tewas, Jufriadi Diduga Mengisap Lem – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Sebelum Tewas, Jufriadi Diduga Mengisap Lem

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, NUNUKAN – Sejumlah saksi sudah diperiksa aparat Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Nunukan terkait tewasnya Jufriadi (20) sekira pukul 06.30 Wita, Minggu lalu (5/2). Dalam pemeriksaan itu, korban diduga tewas karena mengisap lem.

Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royce melalui Kasubag Humas Polres Nunukan IPTU M Karyadi mengatakan, awal kejadian korban tewas sempat bersama dengan tiga rekannya berpesta minuman keras. Tiga rekannya itu, yakni Suanto, Fais, dan Pire.

“Mereka minum di rumahnya Suanto,” ungkap Karyadi ketika dihubungi, sekira pukul 08.00 Wita (7/2).

Lebih lanjut, dia menyatakan, usai pesta miras sekira pukul 20.50 wita, korban dan tiga rekannya menggunakan kendaraan menuju ke rumah mantan mertua Pire. Namun, saat tiba mereka tak bertemu dengan orang yang dicarinya sehingga perjalanan pun dilanjutkan ke salah satu warung untuk membeli rokok dan juga lem di Jalan Cik Ditiro, Kelurahan Nunukan Timur.

“Setelah beli lem dengan rokok, mereka pergi ke kafe di dekat tempat kejadian perkara. Soalnya ada acara yang digelar di sana,” jelasnya.

Selanjutnya rekan korban, Fais ketika hendak mengambil motornya sempat melihat korban duduk di atas kapal yang sudah tidak digunakan lagi. Korban saat itu diketahui sedang mengisap lem. Fais pun memanggil korban untuk pulang dari lokasi kejadian.

“Fais ini melambaikan tangan ke korban sambil berteriak ngajak korban untuk kembali ke rumah. Tapi, tidak dihiraukan korban,” terangnya sembari meniru adegan yang dilakukan Fais.

Rekan korban lainnya, Isbar juga sempat keluar dari kafe menghampiri Fais. Saat itu, Isbar sempat mempertanyakan keberadaan korban. Setelah mengetahuinya, Isbar pun juga sempat memanggil korban untuk ikut bersama mereka kembali. Sikap korban pun sama yang dilakukan terhadap Fais, Isbar juga tak dihiraukan.

“Dia diajak pulang dengan teman-temannya. Tapi ajakan teman-temannya tidak dihiraukan, makanya dia ditinggalkan. Saat hari itu, kejadian korban ditemukan sudah tidak bernyawa lagi,” tuturnya.

Korban ditemukan tewas dengan keadaan jasad korban telungkup di dek kapal kayu dengan kaki kiri tertindih kayu besar. Terdapat luka robek di bagian pelipis sebelah kiri yang diduga akibat hantaman kayu yang diduga didapat korban saat terjatuh.

“Saat ditemukan jasad korban ini, kami temukan barang bukti berupa bungkusan rokok, handphone korban, handset, dan pelastik  yang berisi lem bekas korban,” pungkasnya. (*/kp2)

To Top