Sudah Dipenjara, Kokain dan Ekstasi dari Belanda Juga Nggak Laku Dijual – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Sudah Dipenjara, Kokain dan Ekstasi dari Belanda Juga Nggak Laku Dijual

Sugianto saat menjalani pemeriksaan

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Hokky Sugianto (34), tersangka kasus penyalahgunaan narkoba yang diringkus petugas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan pada Januari lalu, tertegun lemah ketika melihat petugas memusnahkan sabu seberat 6,07 gram miliknya kemarin (7/2). Sabu asal Belanda tersebut diblender, lalu dilarutkan di kloset Kantor BNNK Balikpapan.

Berada di Kantor BNNK Balikpapan, Hokky yang berpakaian merah bertuliskan “Warga Binaan Rutan Balikpapan”, menuangkan sabu yang dibawanya ke kloset, kemudian menyiramnya.  Kegiatannya ini pun diawasi oleh Kabid Pemberantasan BNN Balikpapan, Kompol Supartono Sudin.
Kepala BNNK Balikpapan, AKBP Halomoan Tampubolon mengatakan, pemusnahan sabu milik Hokky ini dilakukan sesuai permintaan Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan.

Berbeda, narkoba jenis ekstasi dan kokain asal Belanda milik Hokky akan dijadikan barang bukti di persidangan nanti. “Narkoba-narkoba sudah uji tes di lab forensik Surabaya, hasilnya positif narkoba. Sabu dimusnahkan, sementara itu barang bukti yang sebagian disisihkan untuk kebutuhan sidang,” ungkapnya.
Menurutnya, proses hukum Hokky Sugianto masih terus berjalan. BNNK melengkapi berkas untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan, sementara tersangka dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B Balikpapan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hokky diamankan tim Interdiksi BNNK Balikpapan di depan sebuah kantor notaris di kawasan Gunung Malang, Balikpapan Tengah, Kamis (5/1) silam. Dia dibekuk saat mengambil amplop berisi paket narkoba asal Belanda yang menurutnya akan dijual kembali di Balikpapan.
Saat diamankan oleh petugas, dari tangan Hokky ditemukan paket ekstasi 20 butir, paket sabu 5,22 gram, paket kokain 3,34 gram, dua korek api, timbangan digital, dua KTP, SIM, mobil, laptop, paket sabu 0, 85 gram, LSD tiga potong utuh dan satu potong tak utuh, alat isap sabu, dan uang tunai Rp 675 ribu.

Sementara itu, jaksa penuntut umum (JPU) Prima menjelaskan, pemisahan barang bukti 20 butir ekstasi dan 3,34 gram kokain memang dilakukan untuk kebutuhan barang bukti persidangan. “Sabu memang dimusnahkan, tapi dua jenis narkoba lain akan kami jadikan barang bukti di persidangan,” tukasnya. (bp-21/war/k1)

To Top