Bupati Katingan Terancam Ditendang dari Kursi Empuk – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Bupati Katingan Terancam Ditendang dari Kursi Empuk

KATINGAN- Bupati Katingan Ahmad Yantenglie tidak harus bernapas legah setelah laporan perselingkuhannya dicabut oleh suami Farida Yeni.

Yantenglie kini harus berurusan dengan DPRD Kabupaten Katingan. Panitia Khusus (Pansus) telah bekerka selama 15 hari untuk menangani kasus yang memalukan itu.

Hasil kerja sudah dilaporkan secara resmi melalui rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Katingan Ignatius Mantir L Nussa, Wakil Ketua I Endang Susilawati, dan Wakil Ketua II H Alfujiansyah, Rabu (8/2) lalu.

Paripurna juga dihadiri eksekutif diwakili Asisten III Setda Katingan H Alpian Nor SH MH.

Ahmad dipastikan telah melakukan perbuatan tercela, melanggar etika, melanggar dan tidak mematuhi Undang-Undang 32 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, dan Undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan.

Berdasarkan data dan fakta tim pansus, Ahmad dipastikan bisa diberhentikan atau dimakzulkan dari jabatannya.

Syaratnya, kelima fraksi di DPRD Kabupaten Katingan menyetujui hasil pansus. Setelah itu, ditetapkan oleh DPRD dan direkomendasikan ke Mahkamah Agung (MA).

“Semua alat bukti, baik tertulis maupun pengakuan sudah kami pegang semua,” ungkap Ketua Pansus Fahmi Fauzi.

Dia mengungkapkan, jika dibaca semua dalam paripurna, hasil kerja mereka mencapai 286 halaman.

Di dalamnya tercantum secara utuh berbagai keterangan yang telah mereka dapatkan dari orang-orang yang dipanggil sebelumnya.

“Kemudian salah satu bukti terkuat yang kami pegang adalah, ketika Aipda Sulis Heri (suami Farida) mengatakan bahwa Farida Yeni masih istri sahnya. Dan tidak ada satu pun surat yang mengatakan, Farida Yeni bukan istri Aipda Sulis Heri,” kata dia.

Meski begitu, hasil kerja pansus akan menjadi pembahasan dalam paripurna dengan agenda pandangan akhir fraksi.

Fahmi tidak mempermasalahkan jika ada perbedaan pandangan dalam paripurna.

“Biarkan rakyat yang menilainya nanti seperti apa. Kami menyadari, masyarakat berharap banyak dengan apa yang kami laporkan hari ini (kemarin). Yang jelas apa yang sudah kami kerjakan dari pansus, itulah hasilnya dan rakyat melihatnya,” ucap Fahmi.

Di sisi lain, Ignatius menilai, hasil kerja pansus yang telah dilaporkan itu cukup baik dan ditunjang data nan lengkap.

“Hasil kerja pansus ini nanti akan menjadi dasar bagi DPRD untuk mengambil sebuah keputusan. Namun tentunya setelah pandangan dari masing-masing fraksi terlebih dulu. Jadi kami hanya sebatas membuat keputusan untuk Mahkamah Agung (MA) nanti mereka yang akan mengeluarkan fatwa,” jelasnya. (jpnn/fajar)

Click to comment
To Top