Buset!! Ternyata Mayat Bayi itu Hasil Hubungan Ayah dan Anak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Buset!! Ternyata Mayat Bayi itu Hasil Hubungan Ayah dan Anak

tersangka memerankan beberapa adegan dalam olah TKP

FAJAR.CO.ID, NANGA PINOH- Masih ingat dengan penemuan bayi di sungai Pinoh? Nah, Rabu (8/2) kemarin, Polres Melawi merekonstruksi pembuangan bayi dari anak sendiri di Sungai Pinoh, Dusun Landau Beraoh, Desa Madong Raya, Kecamatan Tanah Pinoh. Reka ulang itu dilakukan di lanting yang berada di Sungai Melawi, Desa Paal, Nanga Pinoh, Rabu (8/2).

Dua puluh satu adegan diperagakan tersangka Ardianto alias Toi. Sementara, anaknya (sebut saja bunga) diperagakan Polwan Polres Melawi. Reka ulang perkara dimulai dari adegan pertama (Rabu malam, 11/1, sekitar pukul 21.30).

Bunga merasa mual seperti ingin Buang Air Besar (BAB) dan mengatakannya kepada Toi. Sementara, ibunya Bunga (istri Toi) pada saat itu sedang menginap di pondok ladang.

Toi yang sudah curiga bahwa bayi hasil hubungan sedarahnya itu akan lahir langsung mengambil sebilah parang dan mengajak Bunga ke lanting yang ada di Sungai Pinoh. Sebelum turun ke sungai, ia menyembunyikan parang.

Di dalam jamban, Bunga ditemani  Toi yang memang sudah siap membuang bayi itu. Toi pun sempat naik ke atas mencari bambu untuk memotong tali ari-ari yang masih menempel. Setelah itu bayinya pun ditenggelamkan. Setelah menenggelamkan dan menghanyutkan bayi itu, Toi membawa Bunga naik ke atas dengan mengiringnya berlahan-lahan.

Sesampai di rumah, Toi bertanya, “Apakah masih keluar darah dari kelaminmu?”. Bunga menjawab, ”Masih, berdarah sedikit”.

Mendengar itu, Toi menggiring Bunga ke dapur. Sesampai di dapur, ia membuka celana Bunga dan menyiramkan air ke bagian yang berdarah menggunakan gayung.

Setelah itu, Toi membawa Bunga ke dalam kamar. Di dalam kamar, Bunga mengambil selimut dan menutupi badannya. Sedangkan Toi pergi menuju kebun.

Dua hari setelah kejadian (Jumat, 13/1, sekitar pukul 06.00), seorang ibu rumah tangga, Sudarningsih turun ke sungai untuk mencuci muka. Ia kaget dan tidak jadi karena melihat mayat bayi mengapung dan tersangkut di lanting.

 

Sudarningsing berlari ke atas dan bertemu dengan Abdullah Saleh yang akan turun ke sungai. “Pak Abdullah, ada mayat bayi ngapung di lanting,” tuturnya. Abdullah penasaran. Ia langsung turun ke lanting dan melihat mayat itu. Abdullah mengambil ranting kayu untuk membalikkan mayat itu. Dan memastikan jasad tersebut memang bayi.

Ia berpikir bagaimana cara mengangkat mayat itu agar tidak hanyut dengan mengalasi jarinya dengan daun pisang. Pada saat itu, datanglah Kepala Dusun dan anaknya. Mayat bayi itu diangkat ke atas lanting.

Kadus Landau Beraoh langsung mengubungi Kades Madong yang kemudian menelpon Polsek Tanah Pinoh (Kota Baru). Polisi membawa karyawan Puskesmas Kota Baru ke lokasi bersama-sama melakukan identifikasi. Kemudian memakamkan bayi tersebut.

Namanya desa kecil, isu seorang perempuan berubah bentuk badannya pasti terdengar. Dan, kondisi Bunga diketahui yang sebelumnya buncit kini kurus secara drastis. Bunga pun diperiksa hingga mengakui bahwa memang dirinyalah yang sudah melahirkan bayi tersebut di jamban ketika buang air besar tiga hari sebelum penemuan. Dari pengakuannya, muncul nama ayah kandungnya, Toi sebagai bapak dari bayi tersebut.

Bunga mengatakan bahwa ayahnya itu sudah mencabulinya sejak dia berusia 14 tahun. Polisi pun mengejar Toi. Dia ditangkap dan mengakui perbuatannya.  “Setelah rekonstruksi yang juga dihadiri jaksa ini, maka berkasnya akan kita serahkan ke kejaksaan. Jika tidak ada lagi berkas yang kurang, maka tahapan prosesnya sudah P21 atau naik menjadi tahap II dan dilimpahkan ke Kejari Sintang,” tutur Kasat Reskrim Polres Melawi, Iptu Ketut Bagus.

Proses rekonstruksi tersebut, lanjutnya, dilaksanakan di Sungai Melawi Desa Paal mengingat lokasi kejadian cukup jauh. Sedangkan kelengkapan berkas kasus diminta segera siap.  “Jadi melihat lokasinya cocok, maka rekonstruksi dilakukan di lanting Sungai Melawi ini,” jelasnya.

Tersangka Toi dikenakan pasal 81 jo. subsider pasal 46 undang-undang KDRT karena melakukan kekersan dalam rumah tangga yang mengakibatkan anak kandungnya hamil. Dan melahirkan bayi yang dibuangnya. (Dedi Irawan/ Mohamad iQbaL)

To Top