Guru Biadab, Cabuli 7 Siswi, Anunya Diraba Lalu Ditusuk – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Guru Biadab, Cabuli 7 Siswi, Anunya Diraba Lalu Ditusuk

FAJAR.CO.ID, KUKAR – Oknum guru di Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) tega mencabuli 7 siswi di sekolah. Guru berinisial Md (46), warga Kecamatan Loa Kulu, Kukar, mencabuli korbannya dengan meraba bagian dada serta  memasukkan jari-jarinya ke dalam kelamin korban.

Untuk melancarkan aksinya, pelaku berdalih bisa menyembuhkan penyakit dengan cara memijat tersangka. Namun pelaku justru meraba-raba bagian vital siswinya.

Kapolsek Loa Kulu Iptu Juwadi menjelaskan, tersangka dijemput di sekolahnya pada Rabu (8/1), setelah pihaknya mendapat laporan dari pihak sekolah dan keluarga korban.

Kejadian tersebut berlangsung sejak Mei hingga September 2016 lalu. Kepada korban, tersangka yang merupakan guru Bimbingan Konseling (BK) mengaku bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

Untuk terapi pengobatan dilakukan dengan cara memijat sejumlah bagian tubuhnya. Tak terkecuali bagian dada serta kelamin korban.

“Dari pengakuannya, tersangka bisa menyembuhkan penyakit. Mungkin memanfaatkan kepolosan korban, akhirnya tersangka melakukan perbuatan tercela tersebut,” terang Juwadi.

Dari laporan yang diterima polisi, tersangka juga sempat memasukkan jari ke kelamin korban. Meski sempat dibantah tersangka, namun polisi sudah mendapat keterangan hasil visum dari rumah sakit.

“Jadi yang dipijat rata-rata dari bagian pinggang ke bawah. Untuk saat ini ada tujuh siswi yang mengaku menjadi korbannya. Tapi masih terus kami lakukan pengembangan,” tambah Juwadi.

Ketujuh siswi tersebut yakni berinisial Na, Md, Ar, R, Sp, S, dan Am. Semua korbannya di bawah umur. Mereka dicabuli di sekolah, tepatnya di ruang BK.

Saat ditemui di Mapolsek Loa Kulu, tersangka mengaku melakukan hal tersebut untuk mengobati korbannya. Kendati demikian, ia mengaku menyesali perbuatannya tersebut.

“Saya sangat menyesal pak. Saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah atau siswa yang merasa dirugikan atas perbuatan saya. Saya tidak meraba bagian yang dimaksud. Hanya sekitarnya saja,” aku tersangka.

Akibat perbuatannya, tersangka akan diancam dengan pasal 81 ayat (2) junto pasal 76 D Undang-Undang 35/2004 Tentang Perubahan Undang-Undang 23/2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara. (Fajar/pojoksatu)

Click to comment
To Top