Chali Habiskan Tiga Botol Whisky, Kelar Hidop Loe.. – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Chali Habiskan Tiga Botol Whisky, Kelar Hidop Loe..

Jasad Cialy Sunaryo The ditemukan tergeletak tak bernyawa dini hari kemarin setelah mereguk minuman keras.

FAJRA.CO.ID, SAMARINDA – Philipus, pegawai penginapan, hanya bisa manut ketika Cialy Sunaryo The (46), sang bos, memintanya bolak-balik membeli minuman keras (miras) whisky pada Selasa (6/2) siang.  Tiga botol besar dia beli untuk memenuhi hasrat dahaga Cialy. Hanya, dia tidak menyangka ketika Rabu (8/2) dini hari, dia kembali menemui bosnya, namun dalam keadaan tak bernyawa.

Saat memberi keterangan kepada petugas, Philipus melihat bosnya terbujur di dekat lemari pendingin khusus, di penginapan milik keluarga Cialy, Jalan Kadrie Oening, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu. “Saya pegang badannya sudah dingin, tapi tidak keluar buih dari mulut,” ujarnya.

Philipus tidak tahu pasti kenapa bosnya menenggak minuman keras begitu banyak pada hari itu. Walaupun, pemuda 21 tahun itu tahu sebelum ini Cialy memang terkenal penghobi minuman beralkohol. Apalagi pada dua tahun lalu, dia sudah divonis dokter mengalami gangguan fungsi hati karena hobi itu. “Setiap datang ke sini (penginapan) selalu minum (miras),” imbuh Philipus.

Awal penemuan, Philipus tak menyadari kalau si bos sudah meregang nyawa. Merasa iba dengan posisi Cialy yang terbaring di lantai, Philipus kemudian memindahkan jasad bosnya ke kamar jaga. “Saya lihat tidak ada pergerakan sama sekali, seperti tidur mati,” ungkap Philipus.

Coba membangunkan, Cialy bergeming. Mulai khawatir, Philipus pun meminta pertolongan kepada penghuni kamar untuk melaporkan kejadian itu ke polisi.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Samarinda Iptu Hardi menjelaskan, kuat dugaan Cialy tewas karena terlalu banyak mengonsumsi miras. Selain tidak ditemukan luka di tubuhnya, tiga botol whisky yang dia minta dari Philipus, ditemukan dalam keadaan kosong.

Namun, mereka tidak bisa melanjutkan penyelidikan, lantaran pihak keluarga meminta jasad Cialy tidak diautopsi. “Keluarga sendiri yang memohon agar tidak dilakukan itu (autopsi),” ungkap Kasubag Humas Polresta Samarinda Iptu Hardi.

Padahal, menurut Hardi, kematian Cialy sangat janggal. Mereka juga khawatir kemungkinan kasus itu punya kemiripan dengan perkara kopi beracun oleh Jessica Kumala Wongso di Jakarta. Dia mengatakan segera melaporkan kejadian tersebut petinggi polisi Kota Tepian untuk menginisiasi pemeriksaan penjualan miras ilegal. (*/dra/ndy/k9)

Click to comment
To Top