Survei LSI Denny JA: Swing Voter Tentukan Kemenangan Paslon – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Survei LSI Denny JA: Swing Voter Tentukan Kemenangan Paslon

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Swing voter atau pemilih mengambang bakal menjadi penentu pasangan calon pilkada DKI 2017 lolos ke putaran kedua.

Hal itu diungkapkan oleh Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, dalam survei di Kantor LSI di Rawamangun, Jakarta, Jumat (10/2).

Menurut Ardian, elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI bersaing ketat dan mengalami penurunan elektabilitas di lima hari jelang pencoblosan.

“Penentu kemenangan dari masing-masing kandidat itu adalah siapa yang paling banyak bisa meraih swing voters,” ujar Ardian.

Swing voters diartikan sebagai pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters), dan pendukung kandidat yang masih bisa berubah pilihan (soft supporters).

Total swing voters sebanyak 22,6 persen di survei LSI Denny JA.

Ardian menjelaskan, ada beberapa karakteristik swing voters. Pertama, mayoritas mereka adalah pemilih muslim. Yaitu 24,2 persen muslim dan 12,0 persen adalah pemilih nonmuslim.

Kedua, mayoritas swing voters adalah pemilih Jawa dan Sunda. Yaitu Jawa (26,8 persen), Sunda (24,6 persen), Indonesia Timur (21,6 persen), Indonesia Barat (20,5 persen), Betawi (19,8 persen), dan Tionghoa (6,8 persen).

Ketiga, swing voters terbanyak adalah konsituten koalisi Anies (24,2 persen), koalisi Agus (22,8 persen) dan koalisi Ahok (21,5 persen).

Keempat, swing voters yang sangat penting mempertimbangan kesamaan agama (23,6 persen), dan sangat penting mempertimbangkan kesamaan suku (22,7 persen).

Untuk yang Kelima, karakteristik swing voters yang mayoritas menganggap Ahok menista agama (23,0 persen), tidak menista agama (16,0 persen) dan yang tidak tahu apakah Ahok menista agama (29,9 persen).

Keenam, swing voters dari segi pendidikan dan pendapatan rendah. Yaitu lulusan SMA (23,8 persen), universitas (17,6 persen) dan penghasilan di bawah 3,5 juta (23,5 persen), penghasilan di atas 3,5 juta).

Dalam survei ini, elektabilitas Agus-Sylvi 30,9 persen, Ahok-Djarot 30,7 persen, Anies-Sandiaga 29.9 persen dan yang belum atau tidak menjawab 8,5 persen.

Data diperoleh dari survei tanggal 8-9 Februari 2017 dengan metode sampling, multistage random sampling. Responden 1.200 orang melalui wawancara. Margin of error 2,9 persen.

Click to comment
To Top