Soni Sumarsono Jamin Titipan Ahok Aman – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Soni Sumarsono Jamin Titipan Ahok Aman

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono menjamin semua tugas yang ditipkan kepadanya dikerjakan dengan baik.

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Soni itu melalui acara Serah Terima Laporan Nota Singkat Pelaksanaan Tugas dari Plt kepada Gubernur Petahana Basuki Tjahaja Purnama.

Salah satunya yakni pekerjaan pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

“Tugas dari Pak Basuki sudah dikerjakan dengan baik. Bantar Gebang sudah berjalan dengan baik,” kata Sumarsono di Aula Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Sabtu (11/2).

Tugas berikutnya adalah penanganan masalah banjir. Tapi diakuinya, ternyata dia tidak perlu repot-repot memikirkan banjir Jakarta.

“Sekarang tidak lagi ada istilah banjir. Yang ada hanya genangan air. Artinya di seluruh Jakarta sudah bebas dari banjir,” serunya.

Laporan selanjutnya, sambung Soni, adalah terkait transportasi. Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu menjelaskan, percepatan proyek mass rapid transit (MRT) telah berhasil dilakukannya.

Sebab, yang awalnya sempat melambat gara-gara pembebasan lahan, kini sudah tak ada masalah lagi.

“Alhamdulilah kami didukung dengan minta solusi sekali rapat dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang dan akhirnya selesai. Hari ini 136 titik lahan sudah dibebaskan,” tuturnya.

Begitu juga dengan proyek light rail transit (LRT) dan electronic road pricing (ERP) yang kini sudah di depan mata siap direalisasikan.

Satu hal lagi yang menurutnya penting adalah, dia menjamin semua pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI netral menghadapi Pilkada serentak.

“Saya yakin 99,99 persen birokrasi Jakarta netral. Artinya kalau ada isu-isu tak netral, itu salah. Itu yang saya harapkan,” katanya.

Menutup laporan, Soni meminta maaf apabila ada kesalahan-kesalahan selama dia bekerja menggantikan gubernur definitif.

“Saya minta maaf kalau ada yang kurang berkenan. Kalau ada kekurangan anggap itu sebuah dinamika membangun Jakarta yang penuh dengan kompleksitas,” tutup dia. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top