Wow.. Nonton Acara Peresaian di Lombok Berhadiah Istri Muda – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Wow.. Nonton Acara Peresaian di Lombok Berhadiah Istri Muda

FAJAR.CO.ID MATARAM – Beberapa hari yang lalu, warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dihebohkan dengan baliho gelaran adat suku sasak Peresaian yang berhadiahkan Istri Muda bagi para pemainnya yang biasa disebut Pepadu.

Baliho raksasa yang bertuliskan “Nonton Peresaian Langsung Dapat Istri Muda” yang dipajang di pinggir jalan Desa dangiang, Lombok Utara tersebut menyita perhatian pengendara dan siapa pun yang melintas.

Acara tersebut direncanakan akan digelar Sabtu, 11 Februari 2017.

Spontan, pihak penyelenggara acara tersebut dikecam oleh Forum Pemerhati Budaya Sasak (FPBS), karena dinilai telah mencoreng gelaran adat suku sasak dan melakukan eksploitasi dengan merendahkan martabat perempuan.

“Baliho yang dibuat dengan merendahkan perempuan ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa kegiatan warisan budaya Lombok seolah-olah digunakan untuk meperjualbelikan perempuan. Dan itu kami kecam,” ujar Mahmuda Kalla, ketua FPBS, Jumat (10/2/2017).

Meskipun pihak kepolisian telah melepas Baliho tersebut, sambung Mahmuda, namun ia menilai itu semua belum cukup karena masalah ini telah menyakiti hati para wanita di NTB, apalagi dikaitkan dengan gelaran warisan turun temurun suku sasak.

Seharusnya, kata Mahmuda, gelaran adat seperti Peresaian tersebut bisa menjadi edukasi sekaligus bisa membimbing warga agar mengetahui nilai yang terkandung dalam gelaran tersebut di pulau yang dikenal dengan istilah “Seribu Masjid” ini.

Karena itu, pihaknya sedang berkoordinasi Majelis Adat Sasak (MAS) tentang langkah yang akan ditempuh apakah langkah hukum ataukah mediasi agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

“Harusnya budaya warisan ini bisa membimbing, tetapi ini malah merusak. Apalagi Baliho tersebut dipampang dengan gambar perempuan maka itu sudah jelas-jelas bentuk eksploitasi terhadap perempuan,” katanya.

Untuk mengantisipasi agar kejadian tersebut tidak terjadi lagi, saat ini FPBS tengah melakukan koordinasi dengan Majelis Adat Sasak (MAS) terkait langkah apa yang akan digunakan termasuk apakah akan ada langkah hukum terhadap penyelenggara.

Namun, untuk sementara FPBS meminta pihak MAS untuk segera memanggil oknum penyelenggara karena pemasangan baliho tersebut dinilai telah merusak adat istiadat suku sasak yang meninggikan harkat dan martabat perempuan.

“Proses hukum masih kami bicarakan dan sedang kami rembukkan dengan MAS, mungkin ada mediasi dahulu dan panggilan kepada pihak penyelenggara,” tandas Mahmuda.

Patut diketahui Peresaian adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras (perisai disebut ende). Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat suku Sasak, Lombok.
(Han)

Click to comment
To Top