Awalnya Teman Baik, Setelah Mabuk Kedua Bunuh-bunuhan, Dowang Mati Dicekik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Awalnya Teman Baik, Setelah Mabuk Kedua Bunuh-bunuhan, Dowang Mati Dicekik

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, SAMPIT-Tersangka pembunuhan, Dowang Asmara alias Dowang (26) bersiap menghadapi tuntutan hukum di Pengadilan Negeri (PN) Sampit. Berkas pembunuhan terhadap Ramai pada 9 Oktober 2016 silam itu baru saja dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotim, Kamis (9/2).

Saat mengikuti proses pelimpahan, tersangka kembali menceritakan kronologi kejadian di atas lanting, Desa Tumbang Ngahan, Kecamatan Antang Kalang tersebut. Sebelum terlibat perkelahian, korban dan tersangka awalnya pesta miras jenis arak.

Tidak berapa lama, Dowang pergi ke lanting untuk buang air besar dan mandi. Akan tetapi tanpa ia duga, datang Ramai sambil meneriakinya. Tidak hanya itu, menurut tersangka, korban juga mendorong hingga memukulnya dari belakang.

Tidak terima dengan perbuatan korban, Dowang pun emosi dan membalas. ”Saya cekik dan saya pukul wajahnya,” ujar tersangka saat dibincangi Rakyat Sampit.

Korban sendiri diduga tewas akibat kepalanya dibenturkan oleh tersangka di lantai lanting. Melihat korban yang tidak lagi bergerak, tersangka berhenti menyerang. Malah ia bergegas melarikan diri saat seorang warga datang sambil membawa senter.

Pasca kejadian itu, tersangka bersembunyi di Desa Tumbang Samba dan ke Palangka Raya. Setelah mendengar kabar jika korban telah tewas dalam kejadian, ia pun menyerahkan diri.

“Tidak berapa lama saya dengar kabar kalau Ramai meninggal dunia. Tubuhnya hanyut, mungkin karena terbawa arus karena saat saya tinggalkan sebagian tubuhnya di air sungai,” ucapnya.

“Saya tidak ada niat sampai mau membunuh. Saya hanya membalas karena saat itu diserang duluan,” kata tersangka yang dijerat dengan Pasal 338 sub Pasal 351 ayat (3) KUHP tersebut. (nac/ang)

Click to comment
To Top