AWAS! Ikan Dari Malaysia Tercemar Virus Tinja – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

AWAS! Ikan Dari Malaysia Tercemar Virus Tinja

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, NUNUKAN – Setelah larangan berlayar kapal kayu Indonesia ke malaysia dicabut oleh pihak Malaysia beberapa waktu lalu, akhirnya nelayan Indonesia, khususnya di daerah perbatasan bisa bernapas lega. Para nelayan sudah bisa masuk untuk mengirim hasil tangkapan lautnya ke Malaysia. Juga sebaliknya, membawa hasil laut Malaysia ke Indonesia.

Namun, belakangan ini berhembus kabar, ikan yang diperdagangkan di pasar Tawau, Malaysia, terkena wabah virus typhoid yang tercemar tinja. Hal itu diketahui setelah diperiksa oleh petugas kesehatan setempat. Hingga kini, sudah ada satu korban yang meninggal dunia akibat terkena virus tersebut setelah mengkonsumsi ikan Tawau.

Wakil Ketua Asosiasi Nelayan Sebatik, H. Anto mengatakan, nelayan setempat sering membeli ikan dari Tawau untuk dijual kembali kepada masyarakat di daerah Sebatik. Sehingga, Dia mengkhawatirkan ikan bervirus tersebut dibawa ke Indonesia melalui nelayan.

“Instansi terkait perlu melihat permasalahan ini. Soalnya ada sebagian ikan yang dijual di pasar itu berasal Malaysia,” jelasnya kepada Kaltara Pos sekira pukul 21.00 Wita, Selasa (7/2).

Lebih lanjut dia mengatakan, hal ini dapat membahayakan keselamatan masyarakat di Nunukan dan Sebatik. Pasalnya kebanyakan ikan yang dikonsumsi berasal dari Malaysia. “Sebelum petugas dari instansi terkait turun ke lapangan untuk mengecek, masyarakat harusnya diminta untuk lebih waspada mengonsumsi ikan,” jelasnya lagi.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Nunukan, H Dian Kusumanto mengatakan, hingga saat ini belum ada pemeriksaan yang dilakukan oleh pihaknya. “Biasanya itu ada tim yang turun ke lapangan untuk mengecek. Nanti ada instansi lain yang terkait juga ikut turun melakukan pengecekan,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, sekira pukul 13.30 Wita, kemarin.

Dia mengaku sudah mengetahui hal tersebut. Namun saat ini belum ada pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait tentang permasalahan ini. Lebih lanjut dia menuturkan, masyarakat sebaiknya mengonsumsi ikan-ikan yang segar yang merupakan hasil tangkapan dari daerah sendiri.

“Meski hasil tangkapan kita terbilang lebih mahal dari Malaysia, tapi sebaiknya masyarakat mengonsumsi ikan dari perairan kita sendiri,” pungkasnya. (*/kp2)

Click to comment
To Top