Sudah di Bui, Sesak, Kelaparan Pula, Tahanan Disini Terpaksa tak Pakai Makanan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Sudah di Bui, Sesak, Kelaparan Pula, Tahanan Disini Terpaksa tak Pakai Makanan

Jumlah tahanan di Polres Tarakan semakin membludak. Saat ini jumlah tahanan mencapai berjumlah 117 orang.

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Kondisi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIA Tarakan yang jumlahnya mencapai 901 warga binaan, membuat pihak lapas tidak menerima tahanan masuk untuk sementara. Dengan kondisi seperti itu, rumah tahanan (rutan) Polres Tarakan juga ikut membludak.

Pasalnya sejumlah tahanan tahap dua yang harusnya menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Tarakan dan dikirim ke Lapas Tarakan, tidak bisa dilakukan akibat lapas sudah over dan tidak menerima tahanan lagi. Sehingga para tahanan tahap dua masih berada di Rutan Polres Tarakan. Hal itu membuat jumlah tahanan membludak di rutan yang saat ini jumlahnya mencapai 117 orang.

Kasat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polres Tarakan, Iptu Barokah saat dikonfirmasi Kaltara Pos mengatakan, dari jumlah tahanan 117 saat ini, jumlah tahanan yang berstatus tahap dua dan masih berada di tahanan Polres Tarakan beserta di Polsek berjumlah 67 orang.

“67 orang ini terbagi jumlahnya. Untuk di Polres ada 51 orang, Polsek Barat 11 orang, Polsek Timur 3 orang, Polsek Utara 2 orang,” urai Iptu Barokah, Jumat (10/2).

Banyaknya tahanan yang belum dikirim ke Lapas Tarakan tersebut membuat rutan Polres semakin membludak. Tidak hanya itu, diungkapkan Barokah, seharusnya 67 orang tahanan Jaksa tersebut sudah menjadi tanggung jawab kejaksaan, seperti makan dan minum para tahanan.

Pihaknya sendiri bersama Pemkot Tarakan dan Kejaksaan sudah melakukan koordinasi terkait membludaknya tahanan di rutan Polres. Namun saat itu, kata Barokah, pihak kejaksaan tidak mempunyai anggaran untuk memberikan makan para tahanan yang sudah tahap dua.

“Kalau kemarin-kemarin kita masih kasih makan, tapi mulai hari ini (kemarin, Red) kita tidak kasih makan lagi. Jadi tiap hari para keluarga yang menghantarkan makanan,” ungkap Barokah.

Hal tersebut dilakukan pihaknya mengingat anggaran makan bagi para tahanan di Polres Tarakan hanya berjumlah 44 orang yang ditanggung oleh polres. “Kita lakukan ini karena tanggung jawab kita hanya 44 orang, bahkan tahanan yang masih tanggung jawab Polres lebih dari 44 orang,” bebernya.

Lebih lanjut dijelaskan Barokah, dalam setahun Polres Tarakan dan polsek-polsek yang ada di Tarakan mendapatkan anggaran Rp 584. 947.000 dari negara untuk makan dan perawatan para tahanan. Setiap harinya para tahanan mendapatkan jatah makan siang dan malam dengan anggaran 20 ribu sehari.

“Kalau anggaran kita yang ada kita pakai kasih semua tahanan termasuk tahanan jaksa, maka pada bulan ketiga atau keempat tahun ini anggara kita habis,” tuturnya.

Ia sangat berharap, dengan kondisi seperti ini ada perhatian Pemerintah Kota Tarakan. Apalagi tahanan di Polres semakin bertambah seiring dengan pengungkapan kasus yang ditangani Polres Tarakan.

“Kita belum tahu seperti apa, namun untuk sementara tahanan kejaksaan tiap harinya dibawakan makanan oleh keluarga sendiri, karena kita tidak tanggung,” tutupnya. (zar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top