Tambang Emas Makan Korban, Lima Orang Jadi Tumbal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Tambang Emas Makan Korban, Lima Orang Jadi Tumbal

lokasi tambang emas

FAJAR.CO.ID, PELAIHARI – Tragedi terjadi di lokasi penambangan emas Deladak, Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut, Rabu (8/2) malam.  Lima orang penambang tewas tertimbun longsor. Empat tewas di tempat, satu orang yang berhasil ditarik mengembuskan napas saat menuju ke Rumah Sakit Hadji Boejasin Pelaihari.

Lima korban tewas yang tertimpa longsor ini adalah Noor Ifansyah alias Nunuy (35), Abdul Syukur alias Indi (28), Syarpani (25), Ismail (33) dan Junaidi (35). Tiga orang pertama berasal dari Desa Bajuin, sementara dua terakhir adalah warga Desa Tanjung dan Desa Kunyit.

Lokasi penambangan emas ini sendiri terletak di tengah-tengah perkebunan warga. Radar Banjarmasin yang mendatangi lokasi kejadian melihat lubang besar akibat adanya longsoran.  Warga yang ditemui mengatakan kejadiannya terjadi malam, sekitar pukul 22.00. Tiba-tiba tebing tanah tinggi mengubur tujuh penambang ke dalam lubang selebar 8 meter.

Para penambang lain yang mendengarkan guruh dari longsor langsung berlari. Para penambang dan warga sekitar yang mendengar kabar langsung bahu-membahu menggali timbunan tanah. Mereka memakai alat sederhana, sekop, cangkul yang tersedia di gubuk penambang. Warga berburu dengan waktu, berharap masih ada korban yang ditemukan selamat.

“Proses evakuasi cepat, tidak sampai dua jam,” kata Basri, saksi mata.

Warga kemudian berhasil menyelamatkan tiga orang penambang. Masing-masing Syahiri dan Abdul Hadi. Juga Nor Ipansyah alias Nunuy yang ditemukan dalam keadaan lemas. Malangnya, Nunuy akhirnya mengembuskan napas terakhir di perjalanan ke rumah sakit, menyusul empat penambang lain yang sudah ditemukan tewas.

Kepala Desa Bajuin Ida Laila  mengatakan   dalam satu bulan terakhir ini, Desa Bajuin mendapat cobaan. Sebelum adanya musibah ini, Desa Bajuin dan Desa Sungai Bakar mendapat musibah banjir bandang, mengakibatkan rumah warga hanyut dan jembatan putus. “Mudahan tidak ada lagi musibah menimpa desa kami,” harapnya.

Sementara itu, usai mengunjungi lokasi kejadian, Kapolres Tanah Laut  AKBP Sentot Adhi Dharmawan merekomendasikan untuk melakukan penutupan aktivitas penambangan ini. “Saya merekomendasikan penutupan dulu,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Kamis (9/2).

Menurut Sentot,  dengan penutupan penambangan ilegal ini, tentu Pemda harus mencari alternatif lain pekerjaan para penambang itu, seperti berkebun atau berternak.

Sebelumnya, Polres Tala juga melakukan penindakan terhadap aktivitas penambangan ilegal di atas lahan perkebunan karet milik PT Bridgestone di perbatasan Kecamatan Bati-Bati dengan Kecamatan Tambang Ulang. Di sana, ada ratusan penambangan emas ilegal yang melakukan aktivitas dan membuat lubang-lubang yang berbahaya. Sehingga sangat rentan dengan kejadian serupa di Desa Bajuin ini.

Penambangan emas illegal di Tanah Laut sendiri sudah terkenal. Sentot  menyebutkan para penambang bahkan datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

“Orang dari Jawa Barat juga sudah melakukan ikut menambang emas,” ungkapnya.

Sementara itu, Saat dikonfirmasi Wakil Bupati Tala H Sukamta menyebutkan, jika pihaknya belum dapat memastikan untuk langkah penutupan aktivias penambang emas di Bajuin, karena menurutnya pertambanga adalah kewenangan dari pemerintah provinsi.

“Nanti saya koordinasi dengan Bupati dulu, terkait hal ini,” ungkapnya yang mengakui  penambangan emas yang dilakukan di Tanah Laut adalah ilegal.  (ard/by/ran)

Click to comment
To Top