Ahli Bahasa Sebut Pidato Ahok di Kepulauan Seribu Bentuk Ketakutan Tidak Dipilih – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Ahli Bahasa Sebut Pidato Ahok di Kepulauan Seribu Bentuk Ketakutan Tidak Dipilih

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Saksi kedua di persidangan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dia adalah ahli Bahasa Indonesia dari Universitas Mataram, Mahyuni. Dia bersaksi di sidang ke-10 penistaan agama di Auditorium Kementan, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dalam kesaksiannya, Mahyuni menerangkan, pidato kontroversial Ahok di Kepulauan Seribu sudah berpindah topik dari tujuan awal kedatangannya ke lokasi. “Yang saya ketahui sedang kunjungan kerja, tentang masalah ikan,” ucapnya di persidangan, Senin (13/2).

Menurut dia, yang awalnya Ahok datang bekerja, tiba-tiba melakukan semacam kampanye di pidatonya. Dan secara tiba-tiba juga, Ahok  berbicara soal memilih gubernur dengan Surat Al-Maidah Ayat 51.

“Tentu ini out of konteks, keluar fokus. Kesan saya sebagai ahli, topiknya kepada kampanye, seolah-olah (Ahok) enggak yakin akan dipilih,” katanya.

Hal itu menurutnya dikuatkan dengan jabatan Ahok, lalu kepada siapa Ahok berbicara di sana. “Sangat berkaitan dengan siapa dia berbicara. Kalau masyarakat biasa-biasa saja buat apa,” ucapnya.

Dia juga menyesalkan pernyataan Ahok saat di Kepulauan Seribu. Pasalnya, tujuan awal Ahok adalah bekerja, bukanlah kampanye seperti yang diucapkan Ahok ketika berpidato. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top