Imigrasi Mataram Deportasi WNA Korsel, Ini Gara-garanya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Imigrasi Mataram Deportasi WNA Korsel, Ini Gara-garanya

FAJAR.CO.ID MATARAM – Imigrasi Kelas 1 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan tindakan pendeportasian terhadap Warga Negara Asing (WNA) Korea Selata bernama Choi Chunghyun.

Choi dideportasi karena melanggar aturan keimigrasian dengan menyalahi izin tinggal.

WN tersebut dipulangkan ke negaranya melalui Bandara International Lombok (BIL) pukul 12.00 Wita, setelah sempat ditahan selama beberapa hari bersama koleganya yang juga WN Korsel di ruang detensi Imigrasi.

“Kami mengambil tindakan deportasi, karena yang bersangkutan (Choi Chunghyun) bekerja sebagai direktur pada perusahaan pelatihan bahasa asing menggunakan visa kunjungan. Dan itu menyalahi aturan,” ujar Rahmat Gunawan, Kepala Seksi Status Keimigrasian, Imigrasi Mataram, Senin (12/2/2017).

Rahmat menjelaskan, penangkapan Choi dilakukan berdasarkan berkas perpanjangan yang diajukan perusahaan tempatnya menjabat bernama PT Elite Korea yang mana pemilik PT tersebut sering kali melakukan perpanjangan.
Setelah itu, tim pengawasan dan penindakan kemigirasian (Wasdakim) bergerak menuju tempat pelatihan tersebut.

Setelah memeriksa berkas milik perusahaan, tim wasdakim Mataram menemukan nama Choi tertera sebagai direktur di PT tersebut.

Rahmat menambahkan, pihak Imigrasi kemudian menahan dokumen milik WN tersesbut, dan melakukan pemeriksaan mendalam tentang aktifitas yang dilakukan.

Dalam Berita Acara pemeriksaan (BAP), Choi mengaku bahwa dirinya adalah seorang Profesor di salah satu universitas ternama di Korea Selatan.

“Kita melihat ada kecurigaan, dan berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui yang bersangkutan telah berada di indonesia sejak 5 tahun yang lalu dan telah bekerja di Mataram selama 6 bulan. Dia juga mengaku sebagai profesor,” tandas Rahmat.

Untuk diketahui, pada Rabu, (1/2/2017) Imigrasi kelas 1 Mataram mengamankan dokumen milik dua orang warga Korea Selatan bernama Kim Joom Yung dan Choi Chunghyun.

Keduanya terlibat penyalahgunaan izin tinggal keimigrasian yaitu menggunkan visa wisata namun bekerja di salah satu perusahaan pelatihan bahasa korea di kota Mataram. (Han)

Click to comment
To Top