KEJAM! Enrice Tewas Setelah Ditampar dan Ditendang Suami – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

KEJAM! Enrice Tewas Setelah Ditampar dan Ditendang Suami

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Polisi Mimika, kini tengah bekerja keras mengungkap kasus tewasnya Enrice Mayau. Perempuan 17 tahun itu tewas saat dilarikan ke rumah sakit setelah mendapat tamparan dan tendangan dari IM (30) suaminya.

Peristiwa mengenaskan itu terjadi Sabtu (11/2) pukul 08.00 WIT di Kompleks Gorong-gorong, Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru. Kapolres Mimika AKBP Victor Mackbon ketika ditemui, Minggu (12/2) membenarkan adanya kejadian tersebut. ”Pelaku orang dekat korban,  hingga kini masih dalam lidik,” singkat Kapolres.

Kapolres menyatakan, bahwa sebelum ditemukan tewas, korban diketahui sedang sakit dan butuh istirahat. Sementara, di luar rumah ada tiga pemuda yang sedang mabuk-mabukan. Entah apa maksud Enrice, beberapa saksi melihat wanita itu keluar dan berbicara dengan tiga pemuda yang masih diketahui sebagai tetangganya itu.

Saksi menyatakan, suami korban yang saat itu melihat istrinya berbicara dengan tiga pemuda, malah memarahi istrinya.  Entah kenapa, IM sempat memukul pipi kanan korban sebanyak satu kali. Serta juga menendang korban kemudian menyuruh korban pulang ke rumah.

Setelah Enrice pulang, IM kemudian berusaha mengusir tiga pemuda mabuk itu. IM juga meminta bantuan dengan melaporkan ke pimpinan kerjanya agar mau datang membubarkan pemuda yang mabuk-mabukan di sekitar rumahnya saat itu.

Namun, sepulangnya mencari bantuan, IM melihat Enrice sudah sudah duduk di depan rumah sambil bersandar di tembok dalam kondisi lemas. Sementara tiga pemuda yang sedang mengonsumsi miras sudah tidak ada di tempat tersebut.

Kepolisian Polsek Mimika Baru yang menerima laporan tersebut kemudian merespon ke TKP dan membawa korban ke RSUD Kabupaten Mimika. Namun sayang,  setibanya di RSUD Mimika korban dinyatakan sudah tidak bernyawa. Kemudian jenazah dibawa ke rumah duka di Kwamki Narama.

Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, pihak kepolisian terus mengawasi perkembangan, sekalian i juga melakukan patroli di Kwamki Narama.

”Kasus tersebut belum tentu pembunuhan, karena itu polisi masih mencari saksi-saksi untuk diperiksa dan menunggu hasil visum. Dari pemeriksaan awal, kami tidak menemukan kekerasan fisik yang menonjol. Dan kami belum menetapkan tersangka, karena untuk 184 KUHAP masih dilakukan penyelidikan,” ujar Kapolres.  (rex/Radar Timika/fajar)

To Top