Usai Pesta Miras, Dada Kawan Sendiri Ditusuk Tujuh Kali Pakai Badik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Usai Pesta Miras, Dada Kawan Sendiri Ditusuk Tujuh Kali Pakai Badik

FAJAR.CO.ID, BAUBAU – Naas dialami Satria (17), warga Kelurahan Bataraguru, Kecamatan Wolio, Baubau, Sulawesi Tenggara, ia tewas dengan tujuh tusukan dibagian dada. Kuat dugaan, korban dibunuh pria berinisial R (22) yang merupakan temannya sendiri usai pesta minuman keras (Miras).

Kejadian yang menggegerkan warga tersebut terjadi di Jalan Ahmad Yani tepatnya di lorong dua pemadam, Kelurahan Bataraguru, Minggu sekitar pukul 04.30 Wita, dini hari.

Menurut keterangan Kapolres Baubau, AKBP Suryo Aji SIk, melalui Kasat Reskrim Polres Baubau, AKP Diki Kurniawan SH SIk, motif pelaku membunuh korban karena tersinggung dengan ucapan korban yang menuduh R mencuri handphone korban. Merasa dendam, terpisah usai menenggak Miras, R kemudian mencari korban dan menemukannya dilorong. Naas, korban tidak bisa mengelak, sebab pelaku langsung menusuk dada bagian kiri hingga tersungkur bersimbah darah.

“Motif berawal saat korban bersama teman-temannya minum arak, korban sempat kehilangan HP, sehingga korban menuduh dari teman-teman yang minum saat itu. Namun saat itu bisa ditenangkan, namun saat itu, mungkin ada pembicaraan korban yang sedikit menyinggung, sehingga ada salah satu orang tersinggung, sehingga pada saat selesai meminum, korban bertahan ditempat minum, teman korban berada ditempat minum yang lain. Mungkin dikompori-komporin atau seperti apa, sehingga salah satu temannya itu datang kembali dan bertemu di lorong satu pemadam, disitu tempat kejadiannya, pas berpapasan, dia langsung menikam,” terang Kasat saat ditemui diruang kerjanya, Minggu (12/2/17).

Diki menegaskan, usai menerima laporan, pihaknya langsung bertindak cepat. Haslinya kurang dari lima jam setelah kejadian, tersangka R sudah bisa diamankan. Ditambah lagi dengan sejumlah saksi yang mengetahui persis kejadian naas tersebut.

“Diamankan sekitar jam 11, di rumahnya, tidak ada perlawanan,” tutur Diki

Menariknya, saat dilakukan penangkapan, R tidak melakukan perlawanan. Hanya saja, si pelaku sempat mencoba menghilangkan barang bukti (BB) dirumahnya sendiri.

“Barang bukti satu buah badik atau pisau, yang disembunyikan oleh tersangka dibawah saluran pembuangan air di dapur rumah tersangka, kemudian baju bekas yang ada noda darah kita amankan di rumah TSK diatap bagian belakang,” jelasnya.

Menurut Diki, penyebab meninggalnya korban diduga akibat luka tusukan yang tepat mengenai dada sebelah kiri. Dengan kedalaman 5 cm dan lebar 3 cm.

“Korban mengalami beberapa luka hingga menyebabkan meninggal dunia, pertama yang paling fatal di dada sebelah kiri, dengan lebar 3 cm dan dalam 5 cm, dan luka tusukan benda tajam dibagian perut dan beberapa luka dibagian lengan sebelah kanan dan di telapak kanan, tapi kemungkinan yang menyebabkan meninggal dunia karena tusukan disebelah kiri,” tegasnya.

Pantauan Butonpos.com, pelaku yang saat itu diinterogasi penyidik, mengaku pertama kali yang ditikamnya adalah bagian dada. Kemudian, saat melakukan aksinya, tidak ada satu orangpun yang membantu.

“Saya tikam dibagian dada. Saya lakukan sendiri, tidak ada teman yang membantu,” jawab R kepada penyidik. (Fajar/BP)

Click to comment
To Top