Antasari Azhar: Ini Saatnya Kami Bersuara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Antasari Azhar: Ini Saatnya Kami Bersuara

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bersama Andi Syamsudin, adiknya Nasruddin Zulkarnaen, Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar hendak melaporkan Etsa dan Jeffery Lumompow.

Mereka mempolisikan kedua orang tersebut karena menjadi saksi dalam persidangan Antasari beberapa tahun silam. Ketika di persidangan itu Etsa dan Jeffery Lumompow mengaku melihat ada pesan singkat dari Antasari bernada ancaman ke telepon genggam Nasrudin.

Pasalnya hingga kini pesan itu tidak juga terbukti di mana keberadaannya. Namun Antasari enggan berkata banyak saat di Bareskrim. Dia berjanji akan membeberkan semuanya ketika selesai melapor. “Ini tanggal berapa? Tanggal 14 Februari 2017, saatnya kami bersuara,” tegas Antasari seraya bersalam komando bersama Andi di Bareskrim, Selasa (14/2).

Saat datang ke Bareskrim Polri Antasari dan Andi memang datang tidak bersamaan. Andi datang lebih dulu sekira pukul 10.50 WIB, sedangkan Antasari menyusul pada pukul 11.10 WIB.

Antasari sendiri enggan berbicara banyak perihal pelaporan itu. “Nanti ya sebentar lagi. Akan saya jelaskan secara lumrah,” kata dia.

Sementara Andi mengaku pelaporan ini memang telah dilakukan Antasari ke Polda Metro Jaya. “Saya dengan Pak Antasari datang akan melaporkan tentang SMS yang dianggap itu tidak pernah terkirim atau tidak ada SMS. Itu akan kami laporkan kepada Bareskrim,” ucap Andi.

Sebelumnya Antasari dihukum 18 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnain, pada 2009.

Pembunuhan itu melibatkan tujuh terpidana lain termasuk bekas Kapolres Metro Jakarta Selatan, Wiliardi Wizar. Sejak ditahan pada 2010, mantan jaksa itu mendapat remisi 4,5 tahun. Antasari baru bebas sepenuhnya pada 2022.

Sebelum bebas bersyarat, Antasari menjalani asimilasi di kantor notaris Handoko Halim di Tangerang selama setahun sejak 13 Agustus 2015. Meski bebas bersyarat, dia masih diwajibkan melapor sekali sebulan ke Kejaksaan Negeri Kota Tangerang. (Fajar/JPG)

To Top