Antisipasi PSK yang Pindah ke Panti Pijat, Satpol PP Bikin Razia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Antisipasi PSK yang Pindah ke Panti Pijat, Satpol PP Bikin Razia

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Satpol PP mulai menyasar sejumlah panti pijat dalam kota pasca pembongkaran lokalisasi Lembah Harapan Baru (LHB) Km 17, Karang Joang, Balikpapan Utara, beberapa waktu lalu. Wanita tuna susila (WTS) alias gadis binaan dari 42 barak yang dirobohkan beberapa waktu lalu diduga bermigrasi ke wilayah kota.

Panti pijat dan panti kebugaran dirazia petugas penegak peraturan daerah (perda). Seluruh karyawan panti kebugaran tersebut didata dan diperiksa identitasnya. Razia yang digelar pada Sabtu (11/2) malam ini dipimpin Kasi Operasi Siswanto. Ada sekitar lima tempat panti pijat yang dirazia.

“Ini langkah kami untuk mengantisipasi WTS dari eks lokalisasi yang akan praktik prostitusi di wilayah kota, salah satunya di panti kebugaran,” terang Kasatpol PP AKBP Freddy Pasaribu, Minggu (12/2) kemarin.

Dari hasil razia yang dilakukan di lima tempat, sebanyak 19 warga beridentitas luar daerah diberikan surat panggilan untuk mengikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring). “Memang ada warga luar daerah, namun tidak kami temukan tanda-tanda ada praktik prostitusi di tempat tersebut. Tapi meski demikian, kami akan terus pantau,” beber Freddy.

Petugas menyita identitas berupa KTP, bagi mereka yang berasal dari luar daerah. Hal ini dilakukan agar mereka dapat hadir pada sidang tipiring yang digelar pada Kamis (16/2) sekira pukul 10.00 Wita. Tidak hanya itu, usai melakukan razia terhadap panti pijat, petugas baret cokelat ini juga melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas fasilitas umum (fasum) Jalan Ahmad Yani.

“Ada sekitar 12 KTP PKL yang kami berikan surat untuk mengikuti sidang tipiring. Ini sanksi tegas dari kami, agar semua pelanggar perda bisa jera dan tidak lagi melakukan pelanggaran perda,” tandasnya.

Razia seperti ini akan rutin dilakukan, terlebih lagi di tempat-tempat yang dapat dijadikan sebagai tempat prostitusi. “Dalam waktu dekat indekos yang kami akan sasar,” pungkas Freddy. (pri/war/k1)

Click to comment
To Top