Pingin Tahu Jatah Perjalanan Luar Kota dan Uang Sakunya Anggota Dewan, Cek Disini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Pingin Tahu Jatah Perjalanan Luar Kota dan Uang Sakunya Anggota Dewan, Cek Disini

FAJAR.CO.ID BATAM – Selain gaji dan tunjangan jabatan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) juga dijamin uang sakunya oleh negara. Terutama saat harus keluar kota.

Di DPRD Kota Batam misalnya, pada 2017 ini pimpinannya mendapat jatah perjalanan dinas ke luar daerah 65 kali. Perjalanan itu dibiayai oleh APBD daerah setempat.

Dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) DPRD Kota Batam pada 2017 dialokasikan anggaran untuk perjalanan dinas ke luar daerah sekitar Rp 5,4 Miliar. Sekitar Rp 1,7 miliar di antaranya untuk uang saku pimpinan DPRD Kota Batam.

Pimpinan dewan yang terdiri dari ketua dan tiga wakil ketua itu diberikan perjalanan dinas luar daerah sebanyak 65 kali.

Setiap perjalanan dinas, masing-masing mendapat uang saku dengan jumlah yang bervariasi.

Mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Setiap kali melakukan perjalanan luar kota diberikan waktu 2-3 hari.

“Nilai itu sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Saya tidak ingat mengenai anggarannya. Tapi sekitar segitu,” ungkap Sekretariat DPRD Kota Batam, Asril, Selasa (14/2).

Dikatakan Asril, penyusunan anggaran DPRD tidak banyak berubah dari tahun ke tahun. Begitu juga untuk anggaran perjalanan dinas keluar daerah. Semua sudah sesuai dengan kebutuhan.

“Saya tegas mengatakan kalau nilai anggaran itu tidak terlalu saya hafal. Dan itu sesuai ketentuan,” katanya.

Terpisah, wakil ketua I DPRD Kota Batam Zainal Abidin mengaku, anggaran perjalanan dinas luar kota untuk pimpinan memang termasuk besar. Volume perjalanan dinasnya juga termasuk sering.

Ini tidak lepas dari pimpinan DPRD yang paling sering masuk dalam alat kelengkapan dewan.

“Saya lupa berapa kali kunker ke luar. Tetapi memang sering. Kalau nilainya saya lupa,” katanya.

Kuota kunjungan kerja anggota maupun pimpinan DPRD Kota Batam setiap tahunnya hampir habis digunakan. Kalau pun sisa, itu tidak bisa diuangkan.

“Jadi kalau tak kunker, uang saku itu ya tak bisa diberikan. Dan kunker itu dilakukan karena memang ada yang harus kita pelajari dari daerah lain,” katanya.

Click to comment
To Top