Wakil Bupati Cirebon Ditetapkan Sebagai DPO – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Wakil Bupati Cirebon Ditetapkan Sebagai DPO

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kejaksaan Negeri Sumber meminta terpidana kasus bansos Kabupaten Cirebon yang juga merupakan Wakil Bupati Cirebon, Tasiya Soemadi (TS) atau Gatoos untuk menyerahkan diri. Kasie Pidsus Kejari Sumber HM Hendra mengatakan, saat ini, pihaknya terus melacak keberadaan TS.

“Kami masih sangat berharap Pak Tasiya bisa taat hukum dan melaksanakan putusan MA,” ujar Hendra. Kejaksaan Negeri Sumber, kata dia, sudah menghubungi pihak keluarga dan kuasa hukum TS. Namun kuasa hukum atau keluarga pun kesulitan untuk membawa TS.

Kejaksaan bahkan sudah melakukan pelacakan lewat handphone dan media sosial TS. Namun keberadaan TS masih belum diketahui. Seluruh rumah yang dimiliki TS pun disisir dan digeledah. Namun hasilnya masih nihil. Meski begitu, Hendra yakin TS masih berada di wilayah Cirebon.

“Kita sisir semua wilayah Cirebon ini dan tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi persembunyian pelaku,” lanjut dia.

Meski berstatus sebagai Wakil Bupati Cirebon, TS, Kejaksaan tidak memberi perlakukan berbeda. “Kita perlakukan sama dengan terpidana lain. Saat ketemu, maka saat itu juga akan kita eksekusi,” lanjutnya.

TS sendiri, kata Hendra akan menjalani masa kurungan 5 tahun 6 bulan. Terkait status TS menjadi DPO, Hendra menegaskan hal itu sudah disampaikan hingga Kejaksaan Agung RI. “Kami juga sudah serahkan berkas DPO terpidana hingga data-data yang diperlukan ke Polres Cirebon,” lanjutnya.

Sementara Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, Mustofa mengaku tidak mengetahui keberadaan TS ini. Mustofa pun meminta Pemkab Cirebon pro aktif menanggapi status DPO yang disandang Wabup Cirebon, TS.

“Artinya kalau sudah inkrah, ya pemerintah daerah memberitahukan kepada kita. Karena awalnyakan statusnya aktif sebagai Wabup, karena ini menyangkut dengan anggaran juga terutama gaji Wabup,” ujar Mustofa. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top