Ya Allah… Alquran Digambar Telapak Kaki dan Ditulis Kalimat Melecehkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Ya Allah… Alquran Digambar Telapak Kaki dan Ditulis Kalimat Melecehkan

FAJAR.CO.ID SUKABUMI – Kasus penistaan Alquran melebar ke sejumlah daerah, salah satunya Sukabumi Jawa Barat.

Sebuah Alquran bergambar telapak kaki ditemukan warga Gang Cermai III RW 05 Kelurahan Kebonjati Kecamatan Cikole Kota Sukabumi.

Mushaf yang telah dicoret-coret dengan kalimat pelecehan dan penghinaan itu ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik hitam tergeletak di atas tanah.

Alquran bergambar telapak kaki manusia itu ditemukan oleh warga bernama Mamah Amel. Ia kemudian melaporkan kepada pengurus masjid, Ustaz Muhammad Romly.

Selanjutnya, Romly membawa kitab suci umat Islam tersebut ke Sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi.

 

Sekretaris Umum (Sekum) MUI Kota Sukabumi, KH Kusoy lantas melaporkan penemuan Alquran bergambar telapak kaki itu ke Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota, Senin (13/2/2017).

“Alquran yang ada coretan tersebut ditemukan oleh jamaah pengajian Masjid Al-Ikhlas Cikiray, Mamah Amel di Gang Cermai III RW 05 Kelurahan Kebonjati Kecamatan Cikole Kota Sukabumi di atas tanah pada Kamis (9/2/2017),” kata Kusoy, Senin (13/2/2017).

Sekretaris Umum (Sekum) MUI Kota Sukabumi, KH Kusoy lantas melaporkan penemuan Alquran bergambar telapak kaki itu ke Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota, Senin (13/2/2017).

“Alquran yang ada coretan tersebut ditemukan oleh jamaah pengajian Masjid Al-Ikhlas Cikiray, Mamah Amel di Gang Cermai III RW 05 Kelurahan Kebonjati Kecamatan Cikole Kota Sukabumi di atas tanah pada Kamis (9/2/2017),” kata Kusoy, Senin (13/2/2017).

Kusoy meminta pihak kepolisian agar secepatnya bisa mengungkap siapa pelaku yang jelas-jelas menghina tersebut.

“Kita minta untuk diselidiki, makanya kita serahkan Alquran itu sebagai buktinya. Karena, perbuatan itu telah melanggar hukum dan sangat tidak pantas dilakukan,” terangnya

MUI berharap umat Islam di Kota Sukabumi untuk tidak terpancing atau terprovokasi dengana adanya penemuan Alquran yang berisi kata-kata yang tidak pantas tersebut.

“Kita serahkan semuanya kepada pihak yang berwajib. Jangan main hakim sendiri, serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” imbau Kusoy.

Sebelumnya seorang mualaf berinisial YL di Sukabumi menghujat MUI dan ormas FPI dengan kalimat tidak pantas.

Sementara di Kabupaten Sukabumi, warga berinisial AS menghina ulama kondang KH AA Gymnastiar.

Setelah diproses, mereka kembali mengucap syahadat dan menyatakan tobat yang disaksikan pengurus MUI, pihak kepolisian dan keluarga.

Click to comment
To Top