Ini 4 Korban Pembunuhan dengan Racun yang Menggemparkan Dunia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Internasional

Ini 4 Korban Pembunuhan dengan Racun yang Menggemparkan Dunia

FAJAR.CO.ID – Pembunuhan Kim Jong Nam yang merupakan kakak tiri Presiden Korea Utara Kim Jong-un, disebut-sebut menggunakan modus racun .

Modus meracun korban ini adalah satu dari sekian kasus pembunuhan high profile di dunia. Ada beberapa insiden serupa yang melibatkan tokoh dan racun mematikan. Berikut di antaranya:

1. Alexander Litvinenko

Dia adalah mata-mata Rusia yang diracun dengan menggunakan polonium-210 dosis tinggi. Racunnya dimasukkan ke dalam teh yang diminum Litvinenko saat berada di London pada November 2006.

Dia meninggal tiga pekan kemudian dengan diagnosis sindrom radiasi akut. Litvinenko, mantan mata-mata FSB Rusia, membelot ke Inggris dan menjadi kritikus nomor satu Rusia.

Pada Januari 2016, hakim Inggris menyebutkan kalau Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin menyetujui rencana FSB untuk membunuh Letvinenko.

Dalam pernyataannya saat sekarat, Litvinenko mengatakan dia sudah diracun atas perintah Putin. Namun sampai sekarang belum ada tersangka yang dibawa ke pengadilan.

Kasus itu juga membekukan hubungan Rusia dengan Inggris selama bertahun-tahun.

2. Victor Yushchenko

Kandidat presiden Ukraina Victor Yushchenko mengatakan kalau dia hampir mati saat diracun dengan dioxin pada September 2004.

Saat itu, Yushchenko adalah tokoh populer di Ukraina. Dan banyak usaha untuk meleyapkan dirinya. Beberapa pekan sebelum voting, dia diracun.

Katanya, racun itu adalah usaha pembunuhan oleh Jenderal Penuntut Umum Ukraina Svyatoslav Piskun. Insiden itu membuatnya harus meninggalkan kampanye presiden beberapa pekan.

Selain itu, racun tersebut membuat wajahnya rusak berat. Namun, Yushchenko tetap menang menjadi presiden dan membangun gelombang Revolusi Oranye di Ukraina.

3. Khaled Mashaal

Dia adalah pemimpin Hamas yang mendapatkan semprotan racun di telinganya sebagai bagian dari usaha pembunuhan. Kejadian yang berlangsung pada 1997 itu dilakukan oleh mata-mata Israel, Mossad.

Mashaal sedang berjalan di Amman, Jordania saat insiden itu terjadi. Racun yang disemprotkan adalah fentanyl.

Pelaku kemudian tertangkap dan Raja Jordania, Raja Hussein, mengancam akan membunuh pelaku yang berpura-pura menjadi wisatawan kecuali Israel memberikan penawar racunnya. P

enawar racun itu kemudian diberikan. Hubungan Israel dengan Jordania pun berantakan akibat kejadian itu.

PM Israel Benjamin Netanyahu harus membebaskan beberapa tahanan Palestina untuk ditukar dengan mata-mata Mossad.

4. Georgi Markov

Pembelot asal Bulgaria ini meninggal dunia setelah racun yang disimpan dalam ujung payung ditembakkan ke kakinya.

Insiden itu terjadi ketika Markov sendang menanti bus di Waterloo Bridge di London, Inggris, pada September 1978. Ini adalah salah satu pembunuhan paling sensasional di era Perang Dingin.

Jurnalis dan kritikus garis keras komunis Bulgaria itu meninggal empat hari kemudian.

Setelah kematiannya, ilmuan pemerintah Inggris menemukan kalau racun ricin dimasukkan dalam palet seukuran ujung pena kemudian ditembakkan ke kaki Markov.

Meski tidak seorang pun ditahan atas insiden itu, banyak yang mengira pembunuhan itu dilakukan oleh KGB dan polisi rahasia Bulgaria. (Diolah dari berbagai sumber)

Click to comment
To Top