Waspada Kecurangan, KPU DKI Diminta Tampilkan Formulir C1 Resmi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Waspada Kecurangan, KPU DKI Diminta Tampilkan Formulir C1 Resmi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta diminta segera mengunggah formulir C1 resmi di laman KPU. Sebab, beredar formulir C1 Pilkada Jakarta dengan perbedaan hasil suara yang sangat mencolok. Formulir itu beredar luas di media sosial dan pesan berantai.

“Diantaranya adalah hasil penghitungan suara di TPS 77 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat dimana pasangan calon nomor 2 menang mutlak sebanyak 530 suara, pasangan calon 3 mendapatkan 7 suara dan pasangan calon 1 mendapatkan 1 suara,” kata Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykuruddin Hafidz di Jakarta, Kamis (16/2).

Begitu pula di TPS 50 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kepala Gading, Jakarta Utara. Pasangan calon nomor 2 mendapatkan suara 296 sementara pasangan calon nomor 1 dan 3 sama mendapatkan masing-masing dua suara. Ada juga di TPS 049 Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara pasangan calon 2 mendapatkan 215 suara, sementara pasangan calon 3 mendapatkan 3 suara dan pasangan calon 1 tidak memperoleh suara satupun.

Bahkan, kata dia, di TPS 32 Kelurahan Cililitan Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, pasangan calon nomor 2 meraup suara mutlak dengan 449 suara sementara pasangan calon nomor 1 dan 3 memperoleh suara nol.

“Penyebaran hasil C1 dengan hasil yang mencolok, bukan tanpa maksud. Dalam situasi dimana informasi beredar dengan cepat tanpa sumber dan konfirmasi, penyebaran hasil C1 dapat menimbulkan kesan ada potensi kecurangan dalam proses pemungutan dan penghitungan,” ujarnya.

Menurutnya, pihak yang merasa menang ataupun kalah dapat menilai secara berbeda terhadap hasil C1 yang menyebar tersebut. Oleh karena itu, KPU perlu menyampaikan informasi hasil C1 secara cepat.

“Salah satu caranya dapat bergerak maraton untuk secara cepat mempublikasikan hasil pemungutan suara melalui lamam resmi yang sistemnya sudah dibangun oleh KPU jauh-jauh hari,” terangnya.

Meskipun tidak resmi, tambah Masykur pengunggahan C1 dapat secara cepat diakses oleh masyarakat pemilih dan membuktikan kebenaran dari informasi yang beredar melalui media sosial dan pesan berantai tersebut.

“Kecepatan publikasi formulir C1 ini, setidaknya sebagai kontrol bagi perbincangan masyarakat pemilih yang menilai secara berbeda terhadap hasil C1 ini. Pengunggahan dapat secepat mungkin dilakukan karena Jakarta sangat mudah melakukan itu,” tandasnya. [ipk]

Click to comment
To Top